Belasan staf Kedubes AS di Havana diserang bunyi-bunyian

Kuba, Havana, AS Hak atas foto SNS
Image caption Beberapa staf yang sudah meninggalkan Kuba untuk menjalani pengobatan di AS mengatakan kehilangan pendengaran dalam jangka panjang.

Sedikitnya 16 staf Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana, Kuba, menderita masalah kesehatan setelah kemungkinan serangkaian serangan bunyi-bunyian, menurut Departemen Luar Negeri Amerika.

Beberapa staf yang sudah meninggalkan Kuba untuk menjalani pengobatan di AS mengaku kehilangan pendengaran dalam jangka panjang awal tahun ini.

Juru bicara Deplu AS, Heather Nauert, mengatakan bahwa serangan bunyi-bunyian itu tampaknya sudah berhenti.

Hilangnya pendengaran para diplomat itu, seperti dilaporkan kantor berita Associated Press, bisa jadi berkaitan dengan peralatan sonik yang menghasilkan gelombang suara yang tidak bisa didengar namun bisa membuat orang menjadi tuli.

"Kami mengukuhkan sedikitnya 16 karyawan pemerintah Amerika Serikat, anggota dari komunitas kedutaan besar, mengalami gejala seperti itu," kata Nauert.

"Kami menangani situasinya dengan amat serius."

Hak atas foto EPA
Image caption Amerika Serikat dan Kuba memulihkan hubungan diplomatik pada tahun 2015 setelah masa permusuhan selama 50 tahun.

Sementara itu Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, menyebut insiden itu sebagai serangan kesehatan atas staf negara.

Staf Kedubes Amerika Serikat dan setidaknya seorang staf Kedubes Kanada mulai menyadari gejala itu pada akhir tahun lalu.

Pemerintah Kuba membantah terlibat dalam kemungkinan serangan tersebut dan melakukan penyelidikan sendiri. Para pengamat menduga negara ketiga yang bermusuhan dengan AS yang mungkin melakukannya.

Washington sudah mengusir dua diplomat Kuba dari Amerika Serikat sebagai tanggapan atas insiden ini.

Amerika Serikat dan Kuba menjalin kembali hubungan diplomatik pada tahun 2015, setelah masa permusuhan selama 50 tahun.

Topik terkait

Berita terkait