Siapa Santiago Maldonado yang tiba-tiba jadi perhatian di Argentina dan di mana pula dia?

Argentina, Santiago Maldonado Hak atas foto EPA
Image caption Aksi unjuk rasa di ibukota Buenos Aires menuntut agar Santiago Maldonado muncul kembali dalam keadaan selamat.

"Di mana Santiago Maldonado?" begitulah pertanyaan yang diulang-ulang dengan nada kemarahan oleh para pengguna media sosial di Argentina.

Maldonado sat ini menjadi orang yang paling dicari di Argentina setelah hilang dalam aksi unjuk rasa hak suku asli pada awal Agustus di tanah milik perusahaan mode asal Italia, Benetton.

Menteri Kemanan Nasional, Patricia Bullrich, dalam sebuah acara TV, Sabtu (26/08) malam waktu setempat sampai perlu menegaskan keyakinannya bahwa polisi tidak terlibat dalam hilangnya pria berusia 28 tahun tesebut.

Para saksi mata menyatakan melihat Maldonado ditangkap saat unjuk rasa di Provinsi Patagonia, di selatan Argentina dan setelah itu tak pernah terlihat lagi.

Namun polisi sudah membantah bahwa mereka menahannya.

"Polisi tidak sama lagi dengan yang 40 tahun lalu," jelas Bullrich, merujuk pada masa-masa pemerintahan diktator militer di negara itu. Para pegiat hak asasi memperkirakan 30.000 'hilang' di bawah junta militer Argentina yang brutal dari tahun 1976 sampai 1983.

Bullrich juga meminta agar rakyat tidak menjadikan kasus hilangnya Maldonado untuk 'pertarungan politik' dengan mengatakan bahwa pemerintah dan kelompok pegiat hak asasi bekerja sama untuk menemukan kebenarannya.

Hak atas foto Reuters
Image caption 'Di mana Santiago Maldonado?' menjadi pertanyaan yang diulang-ulang di Argentina.

Namun sejarah tentang hilangnya para pembangkang politik di negara itu membuat kasus Maldonado menjadi bahan pembicaran sehari-hari.

Pemerintah Argentina menawarkan hadiah yang sekitar US$30.000 atau Rp400 juta untuk informasi tentang keberadaannya.

______________________________________________________________

Tentang Santiago Maldonado

Saudara pria Maldonado menegaskan 'dia bukan militan atau pegiat' namun bersimpati kepada isu yang diangkat para pengunjuk rasa.

Sebagai seorang pengrajin seni, Maldonado sering bepergian dan yang terakhir dia pindah ke kota para seniman El Bolson di Patagonia. Di kota itu dia hidup bersama dengan sekelompok orang lainnya dalam sebuah komunitas perpustakaan.

Hak atas foto Facebook
Image caption Santiago Maldonado adalah seorang pengrajin seni yang kerap bepergian.

Kini dia menjadi lambang dari berbagai konflik di Argentina, baik itu menyangkut hak-hak suku asli mapun tindakan represi pemerintah.

Sebuah mural atau lukisan dinding raksasa sudah dibuat di kota asal orang tuanya di Provinsi Buenos Aires.

"Saya tidak bisa melihat wajah putra saya di bendera atau mural," kata ayahnya dalam wawancara dengan koran Nación. "Mohon biarkan dia muncul kembali. Di mana dia? Apa yang telah mereka lakukan padanya?"

Anggota keluarga Maldonado sudah bersedia memberi contoh darah dan ludah untuk dicocokkan dengan darah dan rambut yang ditemukan di satu mobil polisi.

_____________________________________________________________

Mantan presiden Cristina Fernández de Kirchner -yang kini menjadi pemimpin kubu oposisi- juga ikut mengangkat isu ini, yang menghangat menjelang putaran pertama pemilihan parlemen.

"Santiago harus muncul kembali. Dan dia harus muncul kembali dalam keadaan hidup," seperti ditulisnya di Twitter.

Namun yang terjadi pada tanggal 1 Agutus lalu, saat Santiago Maldonado hilang, masih juga belum jelas dan banyak yang mempertanyakannya.

"Saya Mariana. Saya di rumah, bangun pagi dan saya ingin tahu, di mana Santiago Maldonado?" seperti salah satu pesan di Facebook, Minggu (28/08).

Hak atas foto EPA
Image caption Kelompok Ibu Plaza De Mayo -yang berkampanye untuk anak-anak yang hilang pada masa diktator militer Argentina- ikut unjuk rasa mencari Santiago Maldonado di Buenos Aires.

Menteri Bullrich awalnya mengatakan tidak ada bukti bahwa Maldonado ikut unjuk rasa di Cushamen itu karena 'semua orang mengenakan penutup kepala'.

Namun seorang saksi mata mengaku melihatnya bersama sekelompok orang lain yang menyeberang sungai untuk lari dari polisi, yang disebut melepas tembakan peluru karet.

Tapi ada pula saksi lain yang berpendapat dia tidak menyeberang sungai. "Kami melihat dia berada di atas pohon, tidak menyeberang sungai," kata Soraya Maicono, salah seorang pengunjuk rasa suku Mapuche kepada situs berita Infobae.

"Sejak itu, kami tidak melihatnya lagi," tambah Maicono, yang mendengar bahwa Maldonado sudah ditangkap.

Bagaimanapun para saksi mata menolak untuk memberi kesaksian di pengadilan sehingga pihak berwenang tidak mendapat bantuan dalam melakukan penyelidikan.

Unjuk rasa suku Mapuche terkait dengan 900.000 hektar tanah yang kini dimiliki oleh perusahaan mode Benetton asal Italia namun warga Mapuche menegaskan hak turun temurun atas tanah yang selama ini mereka gunakan untuk menggembalakan domba.

Pekan pertama Agustus, aksi unjuk rasa digelar di ibukota Buenos Aires untuk meminta kepulangan Santiago Maldonado dan pekan lalu berlangsung juga unjuk rasa serupa di kota La Plata namun diwarnai kekerasan karena seorang pengunjuk rasa melempar bom botol ke gedung Senat daerah.

Berita terkait