Siswi bunuh diri setelah diolok soal menstruasi

Indian schoolgirl Hak atas foto Getty Images
Image caption Menstruasi merupakan topik yang tabu di beberapa kalangan di India.

Seorang murid perempuan berusia 12 tahun di India melakukan bunuh diri setelah seorang gurunya diduga mempermalukannya terkait noda darah dari menstruasi yang dialaminya.

Dalam catatan yang ditulisnya untuk aksi bunuh diri itu, ia mengatakan bahwa sang guru telah 'menyiksa' dia.

Bocah itu tak langsung menyebutkan olok-olok sang guru tentang haidnya itu di suratnya. Namun menurut ibunya, anak itu diusir dari kelas karena noda darah itu.

Menstruasi merupakan topik yang tabu di beberapa wilayah pelosok di India.

Seperti di beberapa tradisi Indonesia, di beberapa bagian India perempuan haid dipandang sedang mengalami masa 'tidak suci.' Karenany, beberapa tempat yang dianggap suci melarang masuknya perempuan yang sedang haid. Bahkan perempuan yang sedang haid juga dilarang untuk menunaikan atau turut serta dalam ritual atau ibadat keagamaan tertentu.

Menurut polisi, penyelidikan sedang dilakukan.

Kasus ini terjadi di Tirunelveli di negara bagian Tamil Nadu, awal pekan ini.

"Saya tidak mengerti mengapa guru saya menegur saya. Saya masih tidak bisa paham, mengapa mereka melecehkan dan menyiksa saya seperti ini," tulis anak itu dalam lembar bunuh dirinya.

Catatan yang ditulisnya sebelum tindakan bunuh diri itu dimulai dengan kalimat, " Amma (ibu), maafkanlah saya."

Sang ibu menuding guru itu pernah memukuli anaknya beberapa kali karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

"Anak perempuan saya mengalami haid ketika sedang berada di sekolah, Sabtu lalu," kata sang ibu kepada BBC Tamil.

"Ketika ia mengabarkannya kepada gurunya, ia diberi kain lap untuk digunakan sebagai pembalut. Guru itu kemudian menyuruh anak saya berdiri di luar kelas. Bagaimana mungkin seorang bocah berusia 12 tahun bisa tahan menghadapi penghinaan seperti itu?" kata si ibu.

Bocah itu membunuh dirinya sendiri keesokan harinya.

Sekolah itu sendiri mengatakan kepada BBC, bahwa mereka bekerja sama dengan polisi untuk mengungkap kasus ini.

Topik terkait

Berita terkait