Pemimpin ISIS mungkin masih hidup, tapi di mana ia sekarang?

Al-Baghdadi Hak atas foto AFP
Image caption Militer Rusia yakin pemimpin ISIS, Al-Baghdadi, sudah tewas namun jenderal senior koalisi anti-ISIS menegaskan bahwa 'ia masih hidup'.

Pemimpin kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi, besar kemungkinan masih hidup, kata jenderal senior Amerika Serikat.

Klaim Jenderal Stephen Townsend ini sekaligus menepis pernyataan Rusia yang menyebutkan Al-Baghdadi mungkin tewas dalam serangan di Suriah Mei lalu.

"Saluran-saluran intelijen menyiratkan ia (Al-Baghdadi) masih hidup. Kami terus memburunya, saya kira ia masih hidup," kata Jenderal Townsend kepada para wartawan.

Menurut Jenderal Townsend, Al-Baghdadi diyakini bersembunyi di daerah pedalaman, di perbatasan antara Irak dan Suriah.

Panglima pasukan koalisi anti-ISIS ini menjelaskan bahwa Al-Baghdadi 'meninggalkan daerah kekuasaan ISIS karena kawasan tersebut menjadi sasaran serangan' dalam beberapa waktu terakhir.

Kota Mosul di Irak yang tadinya dikuasai ISIS sudah direbut kembali oleh militer Irak, sementara Raqqa -yang diklaim sebagai ibu kota kekhalifahan oleh ISIS di Suriah- terus mendapatkan gempuran dari darat.

Di Raqqa diperkirakan terdapat setidaknya 2.000 milisi ISIS. Al-Baghdadi diyakini tak berada di sana.

"Kawasan terakhir ISIS adalah daerah di Lembah Sungai Eufrat. Ketika kami nanti menemukannya (Al-Baghdadi), mungkin kami akan langsung membunuhnya. Kami tak akan ambil risiko hanya untuk menangkapnya hidup-hidup," kata Jenderal Townsend.

Sempat diyakini Al-Baghdadi berada di Mosul sebelum kota ini digempur mulai Oktober 2016.

Ia hanya sekali tampil di depan umum, yaitu pada 5 Juli 2014, tak lama setelah milisi ISIS merebut Mosul. Tahun lalu ia mengeluarkan pesan audio.

Jenderal Townsend menegaskan bahwa pihaknya tak mengetahui secara persis lokasi Al-Baghdadi saat ini.

Siapa Al-Baghdadi?

Hak atas foto AFP
Image caption Foto Al-Baghdadi yang dikeluarkan pemerintah Irak pada Januari 2014.

Al-Baghdadi diperkirakan lahir di Samarra, di utara Baghdad, pada 1971. Sejumlah laporan menyebutkan ia adalah ulama yang aktif di masjid di Samarra ketika koalisi pimpinan Amerika Serikat melancarkan invasi pada 2003.

Ada yang mengatakan ia aktif di gerakan Islam militan ketika Saddam Hussein berkuasa. Yang lain mengatakan ia mengadopsi paham radikal saat ditahan di Kamp Bucca, fasilitas penahanan AS di Irak selatan yang banyak dihuni oleh komandan-komandan al-Qaida.

Ia adalah pemimpin kelompok di tubuh al-Qaida yang kemudian berubah nama menjadi ISIS pada 2010.

Pada Oktober 2011, pemerintah di Washington secara resmi menyatakannya sebagai teroris dan menawarkan hadiah US$25 juta bagi siapa pun yang bisa menyediakan informasi yang berujung dengan kematian atau penangkapan Al-Baghdadi.

Berita terkait