Politikus kenakan burka, Senat Australia akan terapkan aturan busana

Pauline Hak atas foto Reuters
Image caption Pauline Hanson membuka burkanya dalam sidang senat bulan lalu.

Senat Australia akan memberlakukan aturan ketat dalam hal berpakaian bagi para politikus setelah salah seorang anggotanya melakukan aksi provokatif dengan mengenakan burka saat sidang.

Pauline Hanson, pemimpin partai One Nation -Satu Bangsa- Australia yang berhaluan ekstrem kanan, mengenakan burka di gedung senat Australia bulan lalu untuk menekankan gagasan yang diusulkannya agar burka dilarang di negeri itu.

Ulahnya ini menuai kecaman dari berbagai kalangan, dan memicu desakan tentang ketentuan berpakaian di ruang senat.

Ketua Senat Stephen Parry mengatakan bahwa dia telah menulis surat kepada komite prosedur internal, meminta agar mempertimbangkan penetapan aturan baru tentang tata busana itu.

Jika disetujui, aturan ini akan memberi hak kepada Ketua Senat dan wakilnya untuk mengusir para senator yang berpakaian tak pantas dari ruang sidang.

Hak atas foto EPA
Image caption Ulah Pauline Hanson mendapat kecaman luas.

Parry mengatakan kepada Senat pada hari Senin (4/9) bahwa dia sendiri sebenarnya kecewa karena harus mengajukan peraturan baru itu dan bukannya mengandalkan para anggota Senat untuk bersikap dengan 'keputusan pribadi dan perimbangan pribadi yang baik.'

Aksi Hanson di ruang sidang pada 17 Agustus lalu langsung dikecam oleh para senator pemerintah dan oposisi.

Saat itu Jaksa Agung George Brandis yang menyebutkan bahwa perbuatan Pauline Hanson itu merupakan langkah yang 'mengerikan' dan bisa mengucilkan kaum Muslim Australia. Dan ucapan jaksa agung itu disambut para anggota Senat dengan tepuk tangan penghormatan.

Ia menegaskan bahwa Australia tidak akan melarang pemakaian burka.

Topik terkait

Berita terkait