Meksiko 'tak akan istirahat' menemukan korban yang mungkin masih hidup

Mexico City, Meksiko, gempa Hak atas foto EPA
Image caption Sekitar 30 murid diperkirakan terperangkap di bawah puing-puing di sekolah dasar dan menengah, Enrique Rebsamen, di ibu kota Mexico City.

Menteri Dalam Negeri Meksiko mengatakan angkatan bersenjata dan polisi 'akan terus bekerja tanpa istirahat untuk menemukan semua korban yang mungkin masih hidup'.

Hal tersebut ditegaskan Miguel Osorio Chong lewat pesan di Twitter menyusul gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter yang mengguncang bagian tengah Meksiko, Selasa (19/09), yang mengakibatkan lebih dari 200 orang meninggal dunia.

Dia juga mendesak agar warga yang rumahnya rusah dihantam gempa tidak mengambil risiko dengan kembali ke rumah tersebut.

Upaya pencarian besar-besaran antara lain dilakukan di sebuah sekolah dasar dan menengah, Enrique Rebsamen, di ibu kota Mexico City, dengan sekitar 30 murid masih hilang dan 21 anak serta lima orang dewasa tewas tertimpa reruntuhan.

Presiden Enrique Pena Nieto, yang sudah berkunjung ke sekolah tesebut, memperingatkan jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan meningkat.

"Menyedihkan, banyak orang yang kehilangan nyawa, termasuk anak-anak, di sekolah, gedung, dan rumah," tuturnya dalam pidato nasional.

Hak atas foto Reuters
Image caption Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan meningkat.

Sementara taman-taman ruang terbuka di ibu kota dibanjiri dengan para warga yang khawatir pulang ke rumahnya.

Hasil pemantauan Badan Survei Geologi Amerika Serikat menunjukkan gempa berpusat dekat Kota Atencingo di Negara Bagian Puebla dengan kedalaman 51 kilometer.

Guncangan dilaporkan terasa hingga ibu kota Meksiko, Mexico City, yang terpaut sekitar 120 kilometer. Bahkan, beberapa bangunan di kota tersebut turut ambruk.

Bandara Internasional Mexico City menghentikan operasional untuk sementara dan khalayak yang berada di dalam gedung dievakuasi guna menghindari korban tertimpa reruntuhan.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Tim SAR, petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara, dan relawan berupaya memindahkan reruntuhan dan puing-puing bangunan yang ambruk di Mexico City guna mencari korban akibat gempa.

Juru bicara badan perlindungan sipil Meksiko merilis ralat data yang menunjukkan 216 orang meninggal dunia di seantero negeri. Semula jumlah korban tewas disebut mencapai 248 orang.

Di Negara Bagian Morelos, bagian selatan ibu kota, setidaknya 71 orang meninggal dunia. Kemudian 43 orang lainnya meninggal di Negara Bagian Puebla, 12 orang di Negara Bagian Meksiko, tiga orang di Guerrero, dan satu orang di Oaxaca. Di ibu kota sendiri terdapat 86 orang yang meninggal dunia.

Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, mengatakan di antara korban tewas terdapat lebih dari 20 anak dan dua orang dewasa di Sekolah Enrique Rebsamen yang runtuh di Mexico City. Menurutnya, ada pula 30 anak dan delapan orang dewasa yang hilang.

Khusus di Mexico City, sekira 2 juta penduduk tidak mendapat pasokan listrik dan sambungan telepon putus. Wali Kota Mexico City, Miguel Angel Mancer, mengungkapkan kepada jaringan televisi Televisa bahwa aparat telah menangani gedung rusak atau ambruk di 44 lokasi.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Guncangan gempa berkekuatan 7,1 pada skala Richter turut merubuhkan sejumlah bangunan di Mexico City.

Keberadaan WNI

Belum diketahui apakah ada warga Indonesia yang menjadi korban. Namun, menurut Direktur Perlindungan WNI dari Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, beberapa staf Kedutaan Besar RI di Mexico City telah mengungsi ke KBRI karena rumah mereka dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius.

"Saat ini KBRI Mexico City dibuka sebagai tempat penampungan (shelter) dan dapur umum bagi WNI yang memerlukan tempat penampungan sementara," sebut Lalu dalam keterangannya.

Berdasarkan catatan Kedutaan Besar RI di Mexico City, jumlah total WNI di Meksiko mencapai 282 orang. Sebanyak 142 orang di antara mereka berada di Mexico City, lima orang di Puebla, dan satu orang di Morelos.

Hak atas foto Reuters
Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption TIm SAR berupaya menemukan korban yang terperangkap di antara reruntuhan bangunan di Mexico City.

Hingga kini, tim SAR telah dikerahkan ke berbagai penjuru daerah untuk mencari korban di antara reruntuhan bangunan. Pejabat pemerintah Meksiko mengatakan bahwa korban amat mungkin bertambah.

Sementara itu, Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, mengimbau warga untuk menghindari jalan raya agar dinas tanggap darurat bisa dengan mudah mencapai wilayah yang terpapar bencana.

Gempa ini terjadi tatkala latihan tanggap gempa sedang digelar di Mexico City, sebagai bagian dari peringatan 32 tahun gempa bumi yang menewaskan 10.000 orang.

Meksiko merupakan negara yang rawan gempa. Bahkan, awal bulan ini, gempa berkekuatan 8,1 skala Richter menghantam pantai selatan Meksiko dan menyebabkan sedikitnya 90 orang tewas.

Hak atas foto AFP
Image caption Masyarakat bahu-membahu mencari korban di antara reruntuhan bangunan di Mexico City.

Topik terkait

Berita terkait