Dugaan kongkalikong Trump dengan Rusia, penyelidik minta dokumen Gedung Putih

trump putin

Penyelidik kasus dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu Amerika Serikat dilaporkan sedang mengumpulkan data di Gedung Putih selama kepemimpinan Trump.

Dokumen terkait pemecatan direktur FBI oleh Donald Trump dan pertemuan putra Trump dengan seorang pengacara asal Rusia, menjadi target pengumpulan data ini.

Media setempat menyatakan kepala komite khusus penyelidik kasus ini, Robert Mueller, menyasar 13 peristiwa di Gedung Putih yang berkaitan dengan dugaan kongkalikong Trump dengan Rusia.

Presiden Amerika Donald Trump sendiri telah berkali-kali menyebut dugaan keterlibatan Kremlin dalam pemilu Amerika sebagai berita bohong.

Merujuk laporan yang ditulis New York Times dan Washington Post, Rabu (20/09) malam, Mueller juga berniat untuk menelisik dokumen terkiat pemecatan Michael Flynn, penasehat kemanan nasional pertama yang diangkat Trump.

Lebih jauh lagi, Mueller juga dikabarkan mencari data rapat di Ruang Oval di mana Trump berkata kepada sejumlah pejabat Rusia bulan Mei lalu, bahwa langkahnya memecat James Comey, direktur FBI yang disebutnya sebagai direktur 'gila' telah membuat sang presiden terbebas dari "beban yang sangat berat".

Hak atas foto AFP
Image caption Mueller mengumpulkan berbagai data dari Gedung Putih.

Selain itu, komite khusus ini meminta dokumen jawaban Gedung Putih terhadap tuduhan pertemuan antara Donald Trump Jr dengan seorang pengacara Rusia di Trump Tower, Juni 2016 lalu.

Putra tertua Trump disebut membocorkan informasi "merusak" tentang saingan ayahnya dalam Pilpres, Hillary Clinton, kepada Rusia.

Pengacara Trump, Ty Cobb, menjanjikan kepada Mueller bahwa dia akan memberikan sejumlah dokumen yang diminta tersebut minggu ini.

"Kami tidak bisa berkomentar terkait permintaan apa saja yang diajukan atau pembicaraan kami dengan dewan khusus," tegas Cobb.

Washington Post melansir, Mueller juga meminta seluruh email dan dokumen Gedung Putih yang berkaitan dengan Paul Manafort, mantan kepala kampanye Trump.

Manafort sendiri mengundurkan diri dari kampanye Trump beberapa saat menjelang pemilu, setelah mengemuka tuduhan bahwa salah satu pekerjaannya dengan partai politik Ukraina, ternyata terkait dengan pemerintahan Rusia.

Awal minggu ini, CNN dan CBS News menyatakan bahwa Manafort pernah disadap FBI karena diduga terkait dengan Moskow.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Manafort tidak mau berkomentar terkait pemberitaan bahwa dirinya pernah disadap FBI.

Agen FBI Juli lalu menggeledah kediaman Manafort di Washington DC.

Sejumlah komite yang dibentuk oleh DPR dan Departemen Kehakiman Amerika sedang menunggu hasil temuan badan intelijen Amerika terkait dugaan upaya peretasan yang dilakukan pihak Rusia saat Pilpres Amerika November lalu, yang bertujuan untuk memenangkan Trump.

Kremlin selama ini membantah seluruh tuduhan itu.

Berita terkait