Berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan anak-anak korban gempa Meksiko

Meksiko, Mexico City, gempa Hak atas foto AFP
Image caption Petugas penyelamat berlomba dengan waktu karena korban yang masih hidup sudah terperangkap sejak Selasa (19/09).

Tim penyelamat Meksiko berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan para korban yang masih hidup di balik reruntuhan akibat gempa, yang sejauh ini menewaskan 230 jiwa lebih.

Di sebuah sekolah di ibu kota Mexico City, seorang murid perempuan berusia 13 tahun diyakini masih hidup setelah berlindung di kolong meja.

Sedikitnya 21 anak dan lima orang dewasa ketika sekolah dasar dan menengah, Enrique Rébsamen, ambruk dan sejumlah murid dinyatakan hilang.

Para petugas penyelamat optimistis masih bisa menyelamatkan korban yang bertahan hidup mengingat hingga saat ini -sejak gempa berkekuatan 7,1 menghantam, Selasa (19/09)- sudah 52 orang yang ditarik dari balik puing-puing dalam keaadan hidup.

__________________________________________________________________________

Semangat tinggi untuk membantu

Di Mexico City, para pengusaha berdasi, mahasiswa berjins, dan warga biasa lainnya bergabung untuk membantu tim penyelamat profesional yang mencari para korban di balik puing-puing yang masih hidup.

Mereka membantu dengan penuh semangat dan harus berkejaran dengan waktu sebelum korban selamat meninggal karena terlalu lemah tanpa makanan dan minuman selama setidaknya dua hari.

Hak atas foto Reuters
Image caption Warga dari berbagai profesi dan beragam usia turun tangan untuk membantu tim penyelamat, termasuk meminta orang-orang di sekitar diam agar suara korban yang selamat bisa terdengar.

Begitu banyaknya bantuan sampai di beberapa tempat, hanya yang membawa helm sendiri saja yang boleh ikut membantu.

Bantuan makanan dari masyarakat untuk para tim penyelamat juga berdatangan tanpa diorgansir walau ada pula yang sampai terlalu banyak.

"Makanan akan terbuang, kami tidak butuh apa pun selain air. Namun kami punya daftar obat-obatan dan pasokan yang kami butuhkan," kata seorang tentara dengan pengeras suara di kawasan Condesa, Mexico City, seperti dikutip kantor berita AFP.

Hak atas foto Reuters
Image caption Tanpa diorganisir, para warga tergerak untuk menyediakan makanan bagi tim penyelamat maupun sukarelawan.

Solidaritas yang kuat ini tampaknya berawal dari gempa besar pada 19 September 1985 lalu, yang menewaskan sampai 10.000 orang.

Di beberapa tempat kejadian, para warga tampak langsung bergotong royong untuk mengali puing-puing sendiri sebelum tim yang profesional tiba.

_________________________________________________________________________

President Enrique Peña Nieto sudah menyatakan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Di luar sekolah Enrique Rébsamen, para orang tua berkumpul menanti kabar tentang anak mereka yang hilang sementara petugas mengumumkan alat pemindai panas tubuh mendeteksi para korban yang selamat.

"Mereka masih hidup! Hidup!" teriak Enrique Gardia salah seorang sukarelawan yang membantu pencarian korban.

"Ada seseorang yang menabrak dinding beberapa kali dan ada juga yang membalas pelacak sinar dengan lampu," tambahnya

Seorang ibu yang menanti berita tentang putrinya yang berusia tujuh tahun mengatakan kepada para wartawan, "Tidak ada yang bisa membayangkan kepedihan saya saat ini."

Hak atas foto AFP
Image caption Masa berkabung nasional selama tiga hari dan pertandingan sepak bola akhir pekan ditunda.

Ibu kota Mexico City merupakan kawasan yang paling parah dilanda gempa dan walikota Miguel Angel Mancera mengatakan 39 bangunan ambruk.

Sekolah-sekolah di sekitar kawasan yang dilanda gempa ditutup hingga Senin (25/09) pekan depan pertandingan liga sepak bola pada akhir pekan ditunda.

Topik terkait

Berita terkait