'Ancaman' Korea Utara meningkat, PM Jepang perlu mandat baru

Shinzo Abe Hak atas foto TORU YAMANAKA/AFP
Image caption Shinzo Abe mengatakan pemilu dini diperlukan untuk menyelesaikan "krisis nasional".

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pemilihan umum awal dengan alasan ia memerlukan mandat baru untuk menangani ancaman yang terus meningkat dari Korea Utara.

PM Abe mengatakan ia mencari mandat baru untuk mengatasi "krisis nasional" di tengah ketegangan dan ancaman dari Korea Utara yang berkali-kali telah melakukan uji coba nuklir dan rudal.

"Saya akan membubarkan parlemen pada tanggal 28," kata Shinzo Abe dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Senin (25/09).

Ia belum mengumumkan tanggal pemilihan umum tetapi media Jepang melaporkan pemungutan suara rencananya akan digelar pada tanggal 22 Oktober.

Jepang sedianya akan menggelar pemilihan umum tahun depan, namun berbagai perkembangan terbaru diyakini mendong PM Abe mengumumkan pemilu dini.

Para analis memperkirakan Abe ingin memanfaatkan rating dukungan yang meningkat baru-bari ini sementara kubu oposisi dalam kondisi lemah.

'Siapkan Jepang'

Dukungan rakyat Jepang terhadap Perdana Menteri Shinzo Abe meningkat di tengah ketegangan dengan Korea Utara. Namun di sisi lain, ia juga mendapat kecaman karena diduga melakukan praktik kronisme.

Perdana menteri juga mengumumkan paket stimulus US$17,8 miliar atau sekitar Rp237 triliun untuk belanja pendidikan dan program sosial.

Hak atas foto Reuters
Image caption Yuriko Koike meluncurkan partai baru, Partai Harapan, di Tokyo, Senin (25/09).

Dikatakannya paket stimulus ini diperlukan untuk membiayai program-program guna menyiapkan Jepang menghadapi masa depan.

PM Shinzo Abe juga berjanji akan melanjutkan reformasi fiskal dan akan memanfaatkan pendapatan dari pajak penjualan yang diterapkan baru-baru ini untuk menyeimbangkan anggaran dan mengurangi utang.

Pengumuman pemilu awal terjadi beberapa jam setelah Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyatakan ia akan memimpin partai nasionalis yang baru dibentuk, Partai Harapan.

Koike adalah mantan wartawan televisi dan menjadi gubernur Tokyo tahun 2016. Dalam pemilihan daerah tahun ini, para pendukungnya mencatat kemenangan besar di ibu kota Tokyo.

Topik terkait

Berita terkait