Korea Utara dan AS melakukan 'kontak langsung', kata Menlu Tillerson

Rex Tillerson bertemu Xi Jingping Hak atas foto Reuters
Image caption Menlu AS Rex Tillerson berada di Cina dan bertemu President Xi Jingping dan pejabat penting di bawahnya.

Amerika Serikat sedang melakukan "kontak langsung" dengan Korea Utara, kata Menteri luar negeri AS Rex Tillerson.

Tillerson mengatakan Washington tengah "menjajaki" kemungkinan perundingan dengan Pyongyang. "Jadi ini sedang berlangsung".

Tillerson mengungkapkan hal itu setelah bertemu Presiden Xi Jinping dan pejabat penting Cina lainnya di Beijing.

"Kami memiliki jalur komunikasi dengan Pyongyang," katanya saat melakukan kunjungan ke Cina. "Kami tidak berada dalam kegelapan."

Korea Utara dan AS terlibat retorika panas dalam beberapa bulan terakhir, tetapi sebelumnya tidak diketahui bahwa mereka memiliki jalur komunikasi.

Hak atas foto Reuters
Image caption Tetapi upaya dialog ini sepertinya bertentangan dengan sikap Presiden Donald Trump. Pada bulan lalu, Trump misalnya berujar "berunding bukan jawabannya".

Departemen luar negeri AS kemudian mengkonfirmasi ada beberapa saluran komunikasi yang terbuka dengan Pyongyang, namun sejauh ini masih sedikit kemajuannya.

"Pejabat Korea Utara tidak menunjukkan ketertarikan atau siap untuk berunding tentang penghapusan proyek nuklirnya," kata juru bicara Kemenlu AS, Heather Nauert dalam sebuah pernyataan.

AS ingin Korea Utara menghentikan program senjatanya, seperti yang ditunjukkannya dengan berulangkali menggelar uji coba rudal serta uji coba bom hidrogen berukuran mini.

Tetapi upaya dialog ini sepertinya bertentangan dengan sikap Presiden Donald Trump. Pada bulan lalu, Trump misalnya berujar "berunding bukan jawabannya".

Trump sebelumnya mengancam akan menghancurkan Korea Utara, dengan mengatakan bahwa pemimpin negara tersebut, Kim Jong-un, "sedang menjalankan misi bunuh diri."

Hak atas foto KCNA/AFP
Image caption Kim Jong-un disebut sebagai lelaki pembuat roket yang sedang melakukan misi bunuh diri.

Sementara, Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong-ho menyebut pidato Presiden AS, Donald Trump di PBB sebagai 'gonggongan anjing.'

Dan Korut kembali melanjutkan retorikanya pada Sabtu, dengan merilis pernyataan yang menyebut Trump seorang "psikopat tua" yang akan melakukan "tindakan bunuh diri dengan mengundang bencana nuklir yang akan membuat negara itu terendam dalam lautan api".

PBB telah memberikan sanksi terhadap Korea Utara untuk memaksa negara yang tertutup itu agar menghentikan program senjatanya.

AS melihat Cina -mitra dagang Korea Utara yang terbesar- sebagai kunci untuk memastikan bahwa sanksi tersebut berjalan efektif.

Cina pada pekan ini mengatakan bahwa kegiatan bisnis Korea Utara yang beroperasi di wilayahnya akan ditutup. Namun, Cina tetap ingin terlibat negosiasi dengan Korea Utara.

Berita terkait