Sarankan kekasihnya untuk aborsi, politisi anti-aborsi mundur dari kongres

Tim Murphy Hak atas foto Getty Images
Image caption Tim Murphy (kedua dari kiri) akan mengundurkan diri mulai 21 Oktober mendatang.

Anggota Kongres AS yang berhaluan anti-aborsi AS akan mengundurkan diri, setelah muncul laporan bahwa ia meminta kekasihnya untuk menggugurkan kandungannya.

Awalnya Tim Murphy mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu (4/10), malam, dan mengatakan tidak akan maju dalam pemilihan sela pertengahan tahun depan.

Namun kemudian politisi Partai Republik dari Pennsylvania itu menyatakan akan mundur dari Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 21 Oktober mendatang.

Kekasihnya menyebut dia sebagai seorang munafik saat Murphy diduga menyarankan dirinya untuk menggugurkan kandungan.

Padahal Murphy baru saja memberikan suaranya dalam pemungutan suara pekan ini, untuk sebuah RUU yang akan melarang aborsi setelah 20 minggu usia kehamilan.

Juru bicara parlemen, Paul Ryan mengkonfirmasi dia telah menerima surat pengunduran diri Murphy pada hari Kamis (5/10).

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerja kerasnya dalam menangani masalah kesehatan di Kongres selama bertahun-tahun dan pengabdiannya terhadap negara ini sebagai prajurit angkatan laut," kata Ryan dalam sebuah pernyataan.

Pekan ini surat kabar Pittsburgh Post-Gazette melaporkan bahwa mereka memperoleh bukti percakapan SMS antara seorang anggota kongres yang sudah menikah dengan kekasihnya, seorang psikolog forensik, Shannon Edwards.

Murphy mengakui perselingkuhan itu bulan lalu setelah kenyataan itu disebut dalam proses perceraiannya.

Menurut surat kabar tersebut, sang kekasih mengirimkan pesan pada tanggal 25 Januari untuk mengingatkan anggota kongres tersebut bahwa sang anggota Kongres "tidak punya masalah dalam mempublikasikan sikap anti-aborsi sekaligus tak punya masalah untuk meminta agar menggugurkan anak kita yang masih dlam kandungan pada minggu lalu."

Pesan jawabannya yang dilaporkan berasal dari telepon genggam Murphy berkilah bahwa stafnya lah yang berada di balik retorika anti-aborsi, dan bukan Murphy sendiri.

"Saya tahu apa yang Anda katakan tentang pesan pro-kehidupan di bulan Maret," tulisnya.

"Saya tidak pernah menulisnya. Staf saya yang melakukannya. Saya membacanya dan mengernyitkan dahi. Saya katakan kepada staf saya agar tidak lagi menulis jawabnya atas nama saya. Saya yang akan melakukannya sendiri."

Ternyata perkiraan tentang kehamilan itu tidak berdasar, lapor Post-Gazette.

Pada hari Selasa lalu, anggota kongres tersebut dalam pemungutan suara di parlemen mendukung undang-undang yang didudun Partai Republik yang akan mempidanakan aborsi yang dilakukan sesudah usia 20 minggu kandungan.

Murphy, anggota Pro-Life Caucus di DPR adalah salah satu perancang undang-undang tersebut.

Dia dipuji oleh Family Research Council, sebuah kelompok lobi Kristen konservatif, atas sikapnya mengenai aborsi dan nilai-nilai keluarga.

RUU anti-aborsi yang dia dukung diperkirakan tidak akan mendapat persetujuan Senat, karena Partai Demokrat memiliki suara yang cukup untuk menghadangnya.

Topik terkait

Berita terkait