Kekuatan global pertahankan kesepakatan nuklir Iran, ditengah ancaman Trump

Presiden Iran Hassan Rouhani Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa AS "lebih terisolasi dibandingkan sebelumnya".

Kekuatan global, termasuk sekutu AS, telah mengatakan bahwa mereka akan tetap berpegang pada kesepakatan nuklir Iran yang terancam pecah setelah pidato Presiden AS Donald Trump.

Trump mengatakan pada Jumat (13/10) bahwa dia tidak akan menandatangani kesepakatan.

Namun, Inggris, Prancis dan Jerman menyatakan bahwa pakta itu "merupakan kepentingan keamanan nasional bersama kami". Uni Eropa mengatakan itu bukan "tidak ada satu negara yang dapat menghentikan" sebuah kesepakatan "kerjasama".

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan AS "lebih terisolasi dibandingkan sebelumnya".

"Dapatkan seorang presiden membatalkan sendiri perjanjian internasional multirateral?" tanya dia.

"Tampaknya dia tidak mengetahui bahwa kesepakatan ini bukan merupakan semata-mata kesepakatan bilateral antara Iran dan Amerika Serikat."

Kesepakatan tentang program nuklir ditandatangani pada 2015 antara Iran dengan enam negara besar yaitu Inggris, AS, Rusia, Prancis, Jerman dan Cina. Kesepakatan itu mencakup pembatasan program nuklir Iran dan penurunan sanksi internasional.

Dalam sebuah pidato yang agresif pada Jumat lalu, Trump menyebut Iran sebagai "rezim fanatik" dan mengatakan negara itu telah melanggar kesepakatan. Dia menuduh Iran mensponsori terorisme dan mengusulkan penerapan sanksi baru.

"Kami tidak akan melanjutkan sesuatu yang hasilnya bisa diduga akan lebih banyak kekerasan, lebih banyak teror, dan ancaman nuklir Iran benar-benar nyata," kata dia.

Pemantau internasional mengatakan Iran selama ini mematuhi secara penuh kesepakatan tersebut.

Cina belum menyampaikan komentarnya setelah pidato Trump, tetapi sebelumnya meminta AS mempertahankan kesepakatan tersebut.

Menteri luar negeri Rusia mengatakan menyesalkan keputusan Trump tetapi tidak mengharapkan AS menghentikan pelaksanaan kesepakatan itu.

Topik terkait

Berita terkait