Korban jiwa serangan bom di Somalia sedikitnya 230 orang dan 'masih akan bertambah'

Mogadhishu, Somalia Hak atas foto Getty Images
Image caption Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah karena banyak korban yang dirawat di rumah sakit menderita cedera serius.

Jumlah korban tewas sudah mencapai 230 jiwa akibat bom besar yang menghgantam ibu kota Somalia, Mogadishi, Sabtu (14/10).

Ratusan lainnya cedera ketika sebuah truk yang penuh dengan bahan eksplosif diledakkan di dekat pintu Safari Hotel, yang ambruk total sementara beberapa gedung disekitarnya rusak berat.

Serangan ini merupakan yang paling mematikan di Somalia sejak kelompok militan Islam, al-Shabab, melancarkan perlawanan atas pemerintah tahun 2007 lalu.

Seorang aparat polisi, Ibrahim Mohamed, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan masih bertambah. "Lebih dari 300 orang cedera dan sejumlah di antaranya cedera serius."

Pihak berwenang mengukuhkan dua orang tewas dalam serangan bom kedua di distrik Madina.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tentara dikerahkan ke tempat serangan, yang merupakan terburuk sejak al-Shabab melancarkan perlawanan atas pemerintah tahun 2007 lalu.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dalam serangan bom terbaru ini namun ibu kota Mogaduishu merupakan sasaran para militan al-Shabab.

Presiden Mohamed Abdullahi 'Farmajo' Mohamed sudah menyatakan masa berkabung selama tiga hari untuk mengenang para korban.

Hak atas foto AFP
Image caption Upaya pencarian korban masih terus berlangsung di tempat kejadian.

Media setempat melaporkan keluarga korban berkumpul pada Minggu (15/10) pagi di sekitar tempat ledakan dengan harapan bisa menemukan anggota keluarga yang hilang di balik puing-puing kehancuran akibat bom.

Para petugas juga masih terus melanjutkan pencarian jenazah di tempat kejadian.

Hak atas foto EPA
Image caption Ledakan bom bukan hanya menghancurkan gedung-gedung, juga membakar kenderaan di sekitarnya.

Direktur Rumah Sakit Madina, Mohamed Yusuf Hassa, mengaku terkejut dengan skala serangan tersebut.

"Tujuh puluh dua orang cedera dibawa ke rumah sakit dan 25 di antaranya dalam kondisi yang amat serius. Yang lainnya kehilangan tangan maupun kaki di tempat kejadian."

"Yang terjadi kemarin tidak bisa dipercaya, saya tidak pernah melihat hal seperti itu sebelumnya, dan tak terhitung orang yang tewas. Jenazah terbakar sampai tak bisa dikenali."

Topik terkait

Berita terkait