Obama dan Bush mencela perpecahan di AS, tapi tak menyebut Trump

Barack Obama dan George W Bush Hak atas foto GETTY IMAGES/REUTERS
Image caption Barack Obama dan George W Bush tidak menyebut Presiden Donald Trump dengan nama.

Mantan Presiden Barack Obama dan George W Bush menyuarakan keprihatinan mengenai iklim politik saat ini di AS, lewat pernyataan-pernyataan yang terlihat sebagai celaan terselubung akan kepemimpinan Donald Trump.

Obama mengajak warga Amerika untuk menolak politik 'perpecahan dan ketakutan,' sementara Bush mengecam 'perundungan dan prasangka' dalam kehidupan publik.

Keduanya berbicara di tempat terpisah; da keduanya tidak ada yang menyebut eksplisit nama Presiden Trump.

Donald Trump, yang sering mengecam kedua pendahulunya, belum berkomentar.

Mantan-mantan presiden biasanya menjauh dari panggung politik, dan ada anggapan bahwa tidak sepatutnya orang yang pernah menduduki Ruang Oval mengecam penerusnya, kata wartawan BBC Amerika Utara Anthony Zurcher.

Namun norma dan standar perilaku yang tadinya seperti peraturan tertulis tak dapat diteruskan dengan lingkungan politik saat ini, tambah wartawan kami pula. Berbicara dalam sebuah kampanye Partai Demokrat di Newark, New Jersey, Obama mengatakan bahwa warga Amerika sebaiknya "mengirimkan pesan ke dunia bahwa kita menolak politik perpecahan, kita menolak politik ketakutan".

Hak atas foto Reuters
Image caption Donald Trump mengunjungi Obama di Gedung Putih setelah dipastikan terpilih sebagai presiden baru Amerika Serikat.

Dia menambahkan: "Yang tak dapat kita miliki adalah politik perpecahan sebagaimana yang telah kita lihat banyak terjadi di beberapa abad yang lalu."

"Sebagian politik yang kita saksikan sekarang, kita pikir itu sudah lenyap. Politik yang dilihat orang-orang 50 tahun yang lalu. Padahal ini adalah abad ke-21, bukan ke-19. Bagaimana bisa?"

Dia kemudian menyinggung tema serupa di acara lain di Richmond, Virginia: "Ada orang-orang yang dengan sengaja berusaha membuat orang-orang marah, menjelek-jelekkan orang lain yang memiliki ide yang berbeda, untuk membuat orang gusar karena hal itu menyediakan keuntungan taktis jangka pendek."

Berbicara hanya beberapa jam sebelumnya di New York, Bush mengatakan: "Kepicikan terlihat semakin dalam. Politik kita terlihat semakin rentan terhadap teori konspirasi dan kebohongan yang terang-terangan."

"Ada beberapa tanda bahwa intensitas dukungan untuk demokrasi itu sendiri telah memudar - khususnya diantara para anak muda."

Hak atas foto Getty Images

Warga Amerika, katanya, telah "mengalami terdegradasnya cara pikir kita oleh kekejaman kebencian."

"Terkadang kita merasa bahwa kekuatan yang membuat kita terpecah belah jauh lebih kuat dari yang melekatkan kita bersama."

"Kita menyaksikan bagaimana nasionalisme terdistorsi menjadi ke nativisme, primordialisme yang melupakan dinamika yang terjadi akibat imigrasi ke Amerika."

Hak atas foto Getty Images
Image caption Presiden Trump pernah mengkritisi Obama dan Bush.

Kedua mantan presiden sampai sekarang telah berusaha menghindari untuk berkomentar di publik tentang kebijakan-kebijakan Trump.

Sebelum pemilihan tahun lalu, Trump sangat kritis terhadap Obama dan Bush, menyebutkan keduanya sebagai "mungkin presiden terburuk dalam sejarah" AS.

Sejak pelantikannya pada Januari lalu, gaya agresif Trump dan komentar langsungnya mengenai sejumlah isu kunci telah menyebabkan kontroversi bagi para politikus Demokrat dan Republikan.

Dia secara rutin menyalahkan media, yang dia katakan tidak fokus pada keberhasilannya dan justru memilih untuk berkonsetrasi pada apa yang dia sebut "berita bohong".

Berita terkait