Diprotes dunia, WHO batalkan pengangkatan Mugabe sebagai duta

Robert Mugabe Hak atas foto Reuters
Image caption Mugabe sering bepergian ke luar negeri untuk perawatan kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membatalkan penunjukan pemimpin Zimbabwe, Robert Mugabe sebagai duta mereka menyusul kemarahan dari berbagai penjuru dunia.a.

"Saya telah menyimak dengan saksama semua yang telah mengungkapkan kepedulian dan perihatinan mereka mereka," kata pimpinan WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

Dia sebelumnya ia memuji pemimpin Zimbabwe yang sudah berkuasa 37 tahun itu untuk komitmennya terhadap kesehatan masyarakat.

Namun berbagai kalangan menunjukkan bahwa sistem layanan kesehatan Zimbabwe memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Selama 20 tahun pertama masa pemerintahannya, Mugabe memperluas layanan perawatan kesehatan secara besar-besaran, namun kemudian memburuk seiring ambruknya ekonomi Zimbabwe sejak tahun 2000.

Gaji para staf layanan kesehatan sering tak dibayar, obat-obatan tidak mencukupi, sementara Mugabe, yang mencapai umur yang auh lebih panjang dari harapan hidup rata-rata di negaranya selama tiga dekade, bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa telah berkonsultasi dengan pemerintah Zimbabwe dan menyimpulkan bahwa membatalkan pengangkatan Mugabe merupakan 'hal terbaik untuk kepentingan" WHO.

Dia mengatakan bahwa Mugabe tetap "berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua negara dan pemimpin mereka" untuk mewujudkan perawatan kesehatan menyeluruh.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mugabe dan isterinya, Grace, yang menjabat ketua liga perempuan partai yang berkuasa.

Tedros, yang terpilih bulan Mei lalu dengan slogan "mari kita buktikan bahwa yang tidak mungkin adalah mungkin" mengatakan bahwa awalnya dia berharap Mugabe akan menggunakan peran duta kesheatan itu untuk "mempengaruhi para sejawat sesama pemimpin di wilayah Afrika ini."

Tapi pengangkatan itu disambut oleh gelombang kecaman dan kutukan. Pemerintah Inggris, Perdana Menteri Kanada, Wellcome Trust, NCD Alliance, UN Watch, Federasi Jantung Dunia, ACtion Against Smoking, para pengacara dan pengguna media sosial Zimbabwe termasuk di antara mereka yang mengecam.

Wartawan BBC Andrew Harding di Johannesburg melaporkan bahwa para pendukung Mugabe cenderung melihat kegaduhan ini sebagai campur tangan Barat di Afrika.

 

Berita terkait