Milisi ISIS berkebangsaan Inggris 'harus dibunuh,' kata seorang menteri

ISIS Hak atas foto AHMAD AL-RUBAYE/AFP

"Satu-satunya cara" menangani milisi ISIS berkebangsaan Inggris di Suriah ialah membunuh mereka, kata Menteri untuk Pembangunan Internasional Rory Stewart.

Menurut Stewart, para pengikut kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS itu meyakini 'doktrin kebencian' dan tidak lagi setia kepada Inggris.

Mereka dapat dibunuh karena 'bahaya serius' yang mereka timbulkan terhadap keamanan Britania Raya, kata Stewart.

Pemerintah Inggris Raya menyatakan komentar Stewart sejalan dengan sikap resmi negara.

Stewart menyampaikan pendapat itu setelah Brett McGurk, wakil AS dalam koalisi melawan ISIS, menyatakan bahwa misinya ialah memastikan setiap milisi berkebangsaan asing di Suriah mati di sana.

Ketika ditanya di acara BBC Radio 5 Live, Stewart, seorang mantan diplomat, menyebut hal yang dikatakan McGurk 'persoalan moral yang sangat sulit.'

Ia berkata: "Mereka, sebagai anggota ISIS sungguh-sungguh mendidikasikan diri pada pembentukan kekhalifahan."

"Mereka meyakini doktrin kebencian, yang membolehkan membunuh diri sendiri, membunuh orang lain, serta menggunakan kekerasan dan kebrutalan untuk menciptakan suatu negara seperti di abad ke-8 atau ke-7."

"Jadi menurut hemat saya kita perlu serius menyikapi fakta bahwa orang-orang ini menimbulkan bahaya serius bagi kita, dan sayang sekali, satu-satunya cara menangani mereka ialah, dalam hampir setiap kasus, membunuh mereka."

Image caption Menteri Inggris Rory Stewart menyebut para milisi ISIS sudah tak punya kesetiaan terhadap Inggris .

Sikap Stewart bertolak belakang dengan pengamat independen undang-undang terorisme, Max Hill QC, yang baru-baru ini mengatakan kepada BBC bahwa warga Inggris yang bergabung dengan ISIS karena 'kenaifan' tidak perlu dituntut jika mereka pulang.

Menurut Hill, pihak berwenang Inggris semestinya berusaha mengintegrasikan kembali orang-orang itu ke masyarakat.

Juru bicara pemerintah berkata bahwa pendapat Stewart sejalan dengan sikap yang ditetapkan Menteri Pertahanan Sir Michael Fallon pada 12 Oktober lalu.

Sir Michael menyatakan bahwa petarung ISIS berkebangsaan Inggris di Suriah dan Irak telah menjadikan diri mereka 'sasaran yang sah,' yang dapat berakhir di 'ujung rudal angkatan udara Inggris atau AS.'

Hal tersebut disampaikan setelah perekrut ISIS berkebangsaan Inggris Sally-Anne Jones dilaporkan tewas dalam serangan drone AS di Suriah pada bulan Juni.

Beberapa waktu lalu, Kepala dinas inteljen Inggris, MI5 mengungkap bahwa lebih dari 130 warga Inggris yang berangkat ke Irak dan Suriah untuk bertarung dengan ISIS telah tewas.

Stewart juga berkata bahwa pihak berwenang inggris telah menyatakan 'dengan sangat jelas' bahwa warga Inggris dilarang pula bergabung dengan kelompok milisi yang bertempur melawan ISIS.

Berita terkait