Xi Jinping, pemimpin Cina paling berkuasa yang pernah hidup di gua

Xi Jinping Hak atas foto Getty Images
Image caption Xi Jinping diangkat menjadi ketua Partai Komunis dan pemimpin Cina pada 2012.

Xi Jinping menjadi pemimpin Cina paling kuat setelah Mao Zedong menyusul keputusan kongres Partai Komunis untuk memasukan pemikiran Xi ke dalam konstitusi partai.

Pada akhir kongres di Beijing, Selasa (24/10), seluruh peserta dengan suara bulat memasukkan 'Pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Watak Cina di Era Baru' ke dalam konstitusi Partai Komunis.

Dalam sejarah, hanya tiga nama yang dimasukkan ke dalam ideologi partai, yaitu pendiri partai, Mao Zedong dan Deng Xiaoping, tapi pemikiran Deng dimasukkan setelah ia meninggal dunia.

Siapa Xi Jinping, satu dari sedikit tokoh yang dianggap paling berpengaruh di dunia?

Yang mungkin tak banyak diketahui adalah Xi pernah hidup di sebuah gua ketika belia di pedalaman Cina dan menghabiskan waktu sebagai petani.

Keluarga Xi sebenarnya termasuk golongan elite di Beijing. Ayahnya adalah salah satu pahlawan revolusi komunis, namun semuanya berubah ketika Mao -yang makin khawatir atas ancaman terhadap kekuasaannya- melakukan pembersihan terhadap elite partai pada 1960-an.

Ayah Xi dijebloskan ke penjara dan keluarganya dipermalukan.

Pada 1968 Mao mengeluarkan dekrit yang memerintahkan jutaan anak-anak muda untuk meninggalkan kota dan tinggal di pedesaan untuk merasakan susahnya menjadi petani.

Pada usia 15 tahun, Xi meninggalkan pendidikan formal di Beijing dan pindah ke Desa Liangjiahe di Provinsi Shaanxi.

Ketika itu tidak ada listrik, kendaraan bermotor atau peralatan mekanik. Di desa, Xi harus belajar mengangkut pupuk, membangun waduk, dan memperbaiki jalan.

Makan bubur dan suka sekali membaca

Ia tinggal di gua bersama tiga pemuda lain. Ketika itu, membuat gua pada dinding pegunungan dan menjadikannya sebagai rumah adalah sesuatu yang lumrah karena sangat mahal mendirikan rumah permanen.

Dinding gua biasanya dilapisi semen, yang mengesankannya seperti dinding rumah.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Rumah gua yang dipakai Xi Jinping saat menjadi petani di Desa Liangjiahe.

Salah satu pemuda yang tinggal di gua bersama Xi adalah Lu Housheng, yang menuturkan pada 2015, "Kami hanya bisa makan bubur, lalapan, dan roti kukus. Ketika Anda lapar, Anda tak peduli dengan apa yang bisa Anda makan."

Pada malam hari, Xi biasanya membaca tulisan-tulisan Mao di bawah lampu minyak.

"Sementara Xi membaca, saya merokok. Xi membaca karya-karya Mao dan koran. Tak ada kegiatan lain," kata Lu kepada wartawan BBC di Beijing, Carrie Gracie.

Yang juga sangat ia ingat adalah Xi sangat suka membaca dan perokok berat.

Lu menuturkan bahwa Xi sangat serius, tak suka bercanda, tak bermain kartu atau berupaya mencari pacar.

Pada usia 18 tahun, Xi terjun ke dunia politik. Ia menjadi anggota Liga Pemuda Komunis dan setelah beberapa kali ditolak karena faktor ayahnya yang pernah dipenjara, Xi akhirnya resmi menjadi anggota penuh Partai Komunis saat berumur 21 tahun.

Mereka yang mengenal Xi menggambarkannya sebagai seseorang yang 'sangat pragmatis dan ambisius, yang berbeda dengan pemuda kebanyakan yang masih punya waktu untuk bersenang-senang'.

Saat usianya menginjak 25 tahun, ayahnya direhabilitasi dan mendapat penugasan di Guangdong, provinsi tetangga Hong Kong, yang menjadi salah satu kunci kebangkitan ekonomi Cina.

Karier politik Xi meningkat berkat bantuan koneksi yang dimiliki sang ayah dan dari sini Xi membangun jaringan.

Dengan rapi ia memetakan jalur karier yang bisa mendorong dirinya menaiki hierarki jabatan di Partai Komunis. Pertama, ia menjadi perwira militer pada akhir 1970-an dan mengisi sejumlah jabatan partai di tingkat provinsi.

Xi fokus dengan tugas-tugas yang diemban dan tak suka dengan perhatian dari publik.

'Figur yang membosankan'

Seorang wartawan yang pernah meliput acara-acara Xi saat menjadi pejabat partai di tingkat provinsi mengatakan, "Ia membosankan dan mudah terlupakan."

Ia banyak belajar dari ayahnya dengan sebisa mungkin tidak menciptakan musuh. Bahkan ketika berusia 40-an dan 50-an tahun, dan menjadi salah satu figur senior partai, Xi dikenal sangat kompeten dan tak pernah pamer kekuasaan.

Hak atas foto AFP
Image caption Hanya tiga nama yang dimasukkan ke dalam ideologi partai, yaitu pendiri partai Mao Zedong dan Den Xiaoping, tapi pemikiran Deng dimasukkan setelah ia meninggal dunia.

Mungkin kesan warga Amerika Serikat, Eleanor Dvorchak, yang rumahnya dipakai Xi menginap saat mengikuti kunjungan penelitian pertanian pada 1985 menggambarkan pribadi Xi.

"Orangnya sangat rendah hati ... saya pastikan tak ada orang yang memperkirakan bahwa tamu yang menginap di rumah saya akan menjadi presiden," kata Dvorchak.

Sejak menjadi ketua Partai Komunis yang sekaligus pemimpin Cina, Xi terus melakukan konsolidasi kekuasaan. Mereka yang dinilai 'mengancam atau merusak persatuan partai' disingkirkan.

Xi melancarkan perang terhadap korupsi dan mengeluarkan aturan untuk menghapus apa yang digambarkan sebagai 'pemborosan uang negara'. Makanya ia sering terlihat bepergian bersama pejabat lain dengan mobil biasa, bukan dengan iring-iringan sedan mewah. Di bawah Xi, pesta besar-besaran yang sering digelar pejabat dilarang.

Beberapa pejabat penting yang dinyatakan korupsi diadili, dipecat dan dipenjara. Tapi muncul juga tuduhan bahwa pejabat-pejabat senior juga diduga melakukan korupsi.

Mereka juga mengatakan persidangan pejabat-pejabat top yang diduga korupsi 'tak mengungkap sepenuhnya kasus-kasus yang ditimpakan kepada pejabat-pejabat tersebut'.

Kampanye memerangi korupsi telah berjalan gencar dalam lima tahun terakhir dan benang merah dari upaya ini adalah 'Xi menjadi pejabat terdepan dalam perang melawan korupsi dan memenjarakan pejabat-pejabat yang melakukan tindakan pidana ini'.

Kritik lain adalah 'pembungkaman terhadap hak-hak dasar warga negara' yang mendorong penilaian 'di balik keberhasilan ekonomi terdapat represi besar-besaran'.

Topik terkait

Berita terkait