Seorang pria Palestina ditembak mati oleh pemukim Israel di Tepi Barat

palestina Hak atas foto EPA
Image caption Seorang pria Palestina ditembak mati oleh seorang pemukim Israel di di kawasan pendudukan Tepi Barat, kata sejumlah pejabat. Namun pejabat Israel itu dilakukan untuk membela diri.

Seorang pria Palestina ditembak mati oleh seorang pemukim Israel di di kawasan pendudukan Tepi Barat, kata sejumlah pejabat.

Namun ada laporan yang saling bertentangan tentang kasus penembakan yang terjadi di dekat desa Qusra.

Pejabat militer Israel mengatakan para pemukim Israel melepaskan tembakan untuk membela diri, setelah orang-orang Palestina melemparkan batu ke arah sekelompok orang pemukim dan pelajar yang tengah mendaki perbukitan.

Tetapi pejabat Palestina mengatakan pria yang tewas itu adalah seorang petani yang telah bekerja di tanah miliknya saat pemukim menyerangnya.

Mereka mengidentifikasi pria itu sebagai Mahmoud Odeh, yang berusia 48 tahun, dan mengatakan dia ditembak pada bagian dadanya.

Militer Israel (IDF) mengatakan insiden terjadi saat 20 pria muda Israel, yang didampingi beberapa pria dewasa, melakukan perjalanan pendakian di dekat Qusra.

"Dan terjadilan gangguan ... melibatkan puluhan warga Palestina, di mana salah seorang pejalan kaki kemudian menembak pihak perusuh untuk membela diri," demikian laporan Jerusalem Post mengutip sebuah pernyataan.

Hak atas foto EPA
Image caption Petugas medis Israel mencoba menyelamatkan korban penembakan di lokasi kejadian, namun dia meninggal akibat luka-lukanya.

"Kelompok pendaki kemudian mengamankan diri di dalam gua di dekat desa tersebut. Pasukan militer Isarel tiba di lokasi dan menyelamatkan mereka."

"Dan salah satu perusuh terkena tembakan," tambah pernyataan tersebut.

Petugas medis Israel mencoba menyelamatkan korban penembakan di lokasi kejadian, namun dia meninggal akibat luka-lukanya.

Media The Times of Israel melaporkan pemukim yang melepaskan tembakan adalah satu dari dua orang "pengawal bersenjata" yang mendampingi para pendaki tersebut.

Seorang pejabat otoritas Palestina membantah laporan militer Israel terhadap insiden tersebut.

Pejabat itu, Ghassan Daghlas mengatakan kepada Kantor berita Associated Press bahwa Odeh sedang bekerja saat sekelompok pemukim masuk ke tanah miliknya.

Para pendaki itu lantas memintanya untuk menyingkir. Dan saat Odeh menolak, salah satu dari mereka menembaknya, ungkap Daghlas.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk pembunuhan terhadap Odeh, dan menyebutnya sebagai "tindakan pengecut dan bukti adanya kejahatan mengerikan olehh pemukim terhadap orang Palestina yang tidak bersenjata".

Wartawan BBC Tom Bateman di Yerusalem mengatakan ketegangan antara pemukim dan orang-orang Palestina di kawasan pendudukan Tepi Barat yang diduduki, terus mengalami peningkatan.

Sebuah badan PBB yang memantau berbagai insiden di kawasan pendudukan Tepi Barat mengatakan peningkatan aksi kekerasan itu bersamaan dengan meningkatnya serangan oleh orang-orang Palestina terhadap pemukim Israel, yang sebagian besar menggunakann batu.

Lebih dari 600.000 orang Yahudi tinggal di sekitar 140 pemukiman yang dibangun sejak pendudukan Israel pada 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Pemukiman dianggap ilegal menurut hukum internasional, meskipun Israel membantahnya.

Berita terkait