Donald Trump tuding isteri agen FBI terima uang dari Hillary Clinton

Trump Hak atas foto Reuters
Image caption Masa pemerintahan Donald Trump dibayangi oleh tuduhan bahwa Rusia campur tangan dalam pemilihan presiden AS.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mencela Badan Investigasi Federal (FBI) yang meneruskan penyelidikan terhadap mantan penasihatnya dalam kasus dugaan campur tangan Rusia pada pemilihan umum AS.

Trump menyebut dalam cuitannya bahwa istri salah satu agen FBI menerima uang dari Hillary Clinton, rivalnya dalam pilpres 2016.

Trump juga menyebut reputasi FBI 'telah tercabik-cabik'.

Cemoohan dan tudingan Trump terhadap FBI mengemuka di tengah perkembangan penyelidikan Komite Khusus terhadap dugaan campur tangan Rusia pada pemilihan umum AS. Komite bentukan Departemen Kehakiman itu dipimpin Robert Mueller, yang menjabat direktur FBI periode 2001-2013.

Pada akhir pekan lalu, laporan bermunculan bahwa Mueller mengeluarkan seorang agen FBI dari penyelidikan kasus dugaan campur tangan Rusia setelah sang agen diketahui menulis pernyataan bernada anti-Trump dalam pesan di telepon seluler.

Trump yang mendengar laporan pencopotan itu merilis cuitan: "Laporan: 'AGEN FBI ANTI-TRUMP MEMIMPIN PENYELIDIKAN EMAIL CLINTON' Kini semuanya mulai jelas!"

Sejak beberapa bulan lalu, Trump berulang kali menyampaikan pesan yang menuding bahwa FBI dan Partai Demokrat berkonspirasi melawannya.

Serangkaian pesan Trump di media sosial menyebut penyelidikan FBI terhadap Hillary Clinton yang tidak membuahkan dakwaan apapun. Penyelidikan itu dilakukan terkait tindakan Clinton yang menggunakan server email pribadi untuk berkorespondensi dalam urusan negara saat menjabat menteri luar negeri.

Di sisi lain, FBI gencar menyelidiki mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pilpres AS yang melibatkan penasihat keamanan nasionalnya, Michael Flynn.

Hak atas foto Reuters
Image caption Michael Flynn dipecat pada Februari lalu, hanya 25 hari setelah diangkat sebagai penasihat keamanan nasional Trump.

Penyelidikan FBI soal Rusia

Jenderal purnawirawan itu mengontak Duta Besar Rusia untuk AS, Sergei Kislyak, untuk membicarakan sanksi AS terhadap Rusia sebelum Trump dilantik secara sah menjadi presiden menggantikan Barack Obama, meski hasil pilpres sudah menyatakan Trump sebagai pemenang.

Sebagai warga awam tanpa tugas diplomasi dari pemerintah, tindakan yang diduga dilakukan Flynn masuk kategori ilegal.

Kepada James Comey yang saat itu menjabat sebagai direktur FBI, Trump meminta agar FBI tidak meneruskan penyelidikan. "Saya harap Anda bisa membiarkan ini, membebaskan Flynn," kata Trump sebagaimana ditirukan Comey.

Flynn kemudian dipecat dan belakangan Comey juga didepak dari posisinya.

Akan tetapi, Trump menegaskan bahwa dia tidak pernah meminta Comey menghentikan penyelidikan terhadap Flynn.

"Hanya berita bohong yang meliput kebohongan Comey!" cuitnya.

Lepas dari penyangkalan Trump, Flynn mengaku telah berbohong kepada FBI dalam penyelidikan awal. Sebagai timbal balik, Flynn meminta hukumannya diringankan.

Topik terkait

Berita terkait