Penjara 14 tahun bagi perempuan "Penguasa Hidup dan Mati" Perang Bosnia

Azra Bašić Hak atas foto Bosnia State Prosecutor's Office
Image caption Azra Bašić diekstradisi dari Amerika Serikat pada tahun 2016.

Pengadilan di Bosnia menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara terhadap seorang perempuan yang dikenal dengan julukan "Penguasa Hidup dan Mati" untuk kejahatan perang yang dilakukannya pada tahun 1990-an.

Azra Bašić dinyatakan bersalah melakukan berbagai tindak kejahatan selama perang Balkan, termasuk penyiksaan warga sipil etnik Serbia.

Hakim mengatakan Bašić bertanggung jawab atas "kekejaman luar tertentu" terhadap mereka yang ditahan oleh pasukan Bosnia-Kroasia.

Vonis ini merupakan hukuman paling berat yang dijatuhkan kepada seorang perempuan untuk kejahatan perang selama konflik Bosnia.

Bašić, seorang mantan anggota pasukan Bosnia-Kroasia berusia 58 tahun ini, dinyatakan ikut serta dalam penyiksaan warga sipil etnik Serbia.

Para saksi mata mengungkapkan berbagai kejahatan yang dilakukan Bašić, di antaranya menyayat dahi para tahanan untuk membuat bentuk salib, memaksa seorang pria untuk minum bensin sebelum membakar tangan dan wajahnya, dan memaksa orang untuk merangkak telanjang di atas pecahan kaca.

Kejahatan paling serius yang dilakukannya adalah membunuh seorang tahanan dengan menikam lehernya, apar hakim di pengadilan Bosnia itu.

Bašić sudah menetap di AS dengan menggunakan nama samaran selama hampir 20 tahun, sebelum akhirnya ditangkap pada tahun 2011. Teman-temannya di sana mengatakan bahwa ia adalah "perempuan yang sangat baik" dan "berjiwa besar."

Pada hari Rabu (27/12), ia dinyatakan bersalah telah melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil etnik Serbia yang ditahan oleh pasukan Kroasia pada bulan April 1992 di dan sekitar kota Derventa.

Sedikitnya 100.000 orang tewas dalam pertempuran saat Perang Bosnia. Konflik tersebut berlangsung hampir empat tahun, dan berakhir pada 1995 melalui kesepakatan damai yang ditengahi AS.

Perempuan lain yang dijatuhi hukuman untuk kejahatan Perang Bosnia adalah Biljana Plavšić, mantan presiden Bosnia. Ia merupakan perempuan penjahat perang perempuan paling terkenal dari negeri-negeri bekas Yugoslavia.

Plavšić, 87 tahun, dijatuhi hukuman 11 tahun penjara pada tahun 2003 setelah mengaku bersalah di Mahkamah PBB di Den Haag.

Topik terkait

Berita terkait