Tanggapi pengacara Presiden Trump, buku kontroversial Fire and Fury malah dirilis lebih cepat

Presiden Trump, Amerika Serikat. Hak atas foto Reuters
Image caption Fire and Fury: Inside the Trump White House juga mempertanyakan kelayakan Trump untuk menjadi presiden.

Penerbit buku kontroversial tentang Gedung Putih dan Donald Trump sudah menanggapi upaya para pengacara Presiden Trump untuk mencegah peluncuran buku itu dengan malah mempercepat rilisnya.

Fire and Fury: Inside the Trump White House awalnya akan diluncurkan pada Selasa (09/01) namun kini dipercepat menjadi Jumat (05/01).

Penulisnya, Michael Wolff, sudah mengukuhkan penerbitan yang empat hari lebih cepat dari rencana awal dengan menulis pesan di Twitter. "Ini dia, Anda bisa membelinya (dan membacanya) besok. Terimakasih tuan presiden."

Sebelumnya para penasehat hukum Presiden Donald Trump berupaya untuk menghentikan peluncuran buku yang berisi tuduhan buruk tentang pemerintahannya.

Buku tersebut mengutip salah satu staf utama Trump, Steve Bannon, yang menggambarkan pertemuan dengan sekelompok warga Rusia sebagai 'bernuansa makar'.

Selain itu, buku juga mempertanyakan kelayakan Trump untuk menjadi presiden, laporan-laporan tentang istrinya yang menangis pada malam hari setelah pemungutan suara dan putrinya, Ivanka Trump, yang berambisi jadi presiden.

Gedung Putih mempertanyakan akurasi buku itu. Sebelumnya Trump mengatakan Bannon -yang dipecat pada bulan Agustus lalu- 'kehilangan akal' setelah tidak mendapat posisi lagi di Gedung Putih.

Salah satu pernyataan yang menggemparkan adalah ketika Bannon -saat merujuk pertemuan di Menara Trump antara para pejabat tinggi kampanye dengan warga Rusia- mengatakan, "Mereka akan menghancurkan Don Junior (Donald Trump Jr) seperti telor di TV nasional."

Hak atas foto AFP
Image caption Presiden Trump menyebut Steve Bannon -yang dipecat Agustus lalu- 'kehilangan akal'.

Pertemuan -yang melibatkan putra tertua Trump, Donald Trump Jr- kini sedang diselidiki oleh Jaksa Khusus Robert Mueller sebagai bagian dari pemeriksaan tentang kemungkinan kolusi antara para pejabat kampanye Trump dengan warga Rusia untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden 2016.

Trump membantah keras terjadi kolusi.

______________________________________________________________________

Beberapa isi Fire and Fury: Inside the Trump White House

- Tim Trump terkejut dan ketakutan dengan kemenangan di pilpres

-. Istrinya, Melania, menangis sedih pada malam hari setelah pemungutan suara

- Trump marah karena para bintang terkenal mencerca pelantikannya

Hak atas foto EPA
Image caption Ivanka Trump disebut memiliki ambisi menjadi presiden perempuan pertama di Amerika Serikat.

-. Presiden baru 'menganggap Gedung Putih menyulitkan dan bahkan agak sedikit mengerikan'.

-. Putrinya, Ivanka, punya rencana dengan suaminya, Jared Kushner, bahwa dia akan menjadi 'presiden perempuan pertama'

Buku itu dilaporkan didasarkan pada 200 wawancara namun beberapa rangkuman buku itu sudah dikecam dan dipertanyakan.

_________________________________________________________________________

Dalam acaranya di Radio Breitbart, Rabu (03/01), Bannon menanggapi kritik presiden dengan menyebut dia 'adalah pria yang hebat' dan mendukungnya 'dari hari ke hari'.

Setelah bertemu dengan para senator dari Partai Republik, Kamis (04/01), untuk membahas masalah imigrasi, seorang wartawan bertanya kepada Trump apakah mantan stafnya itu mengkhianatinya.

Trump menjawab, "Saya tidak tahu, dia menyebut saya pria yang hebat semalam, jadi jelas dia sudah mengubah nadanya dengan amat cepat."

Surat peringatan hukum -yang diterbitkan koran Washington Post- menuntut agar penulis buku, Michael Wolff, dan penerbitnya 'segera mengakhiri dan menghentikan penerbitan lebih lanjut, peluncuran maupun penyebaran buku itu'.

Dokumen itu menuduh Wolff membuat 'sejumlah pernyataan yang salah atau/dan tidak berdasar' tentang Trump dan para pengacara sedang mempertimbangkan dakwaan pencemaran nama baik.

Hak atas foto Amazon

Para pengacara Trump mendasarkan peringatan mereka pada ringkasan buku sudah diterbitkan oleh berbagai media, seperti New York Magazine, dan meminta satu buku dikirim kepada mereka.

Buku itu disebut 'tampaknya mengutip tanpa sumber untuk sejumlah pernyataan yang buruk tentang Trump' dan banyak pernyataan yang dibuat tanpa mengutip sumber-sumber.

Pengacara yang menulis surat peringatan itu adalah Charles J Harder, yang dijuluki sebagai pengacara paling favorit di Hollywood.

Dia pernah menjadi pengacara Jared Kushner, pengusha properti yang juga menantu Trump dan kini salah seorang penasehat politiknya- serta pengacara dari pegulat terkenal Hulk Hogan saat menghadapi situs berita yang sudah tutup, Gawker.

Harder sempat pula sebentar menjadi pengacara produser film Hollywood tersohor, Harvey Weinstein, yang didera berbagai tuduhan melakukan pelecehan seksual.

Dia juga sudah mengirim surat peringatan kepada Bannon pada Rabu dengan mengatakan mantan staf Gedung Putih itu sudah melanggar kesepakatan kerahasiaan.

Berita terkait