Trump sebut buku Wolff tentang dirinya dan pemerintah AS 'penuh kebohongan'

Donald Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Penulis buku juga melukiskan Trump terkejut ketika mengetahui menang dalam pemilihan presiden.

Donald Trump mengatakan buku tentang dirinya dan pemerintahan yang ia pimpin "penuh dengan kebohongan dan didasarkan pada sumber-sumber fiktif".

Buku Fire and Fury: Inside the Trump White House yang ditulis Michael Wolff akan diterbitkan pada Selasa pekan tetapi dipercepat menjadi Jumat (05/01) dan saat ini sudah bisa dibeli di Amerika Serikat.

Kuasa hukum Trump telah berupaya untuk menghalangi publikasi buku tersebut.

Trump mengatakan dia tidak memberikan akses ke Gedung Putih kepada Wolff dan menolak berbicara dengannya tentang buku tersebut, yang dia sebut "penuh dengan kebohongan, menggambarkan hal-hal yang tak sesuai dengan kenyataan dan berdasarkan sumber-sumber fiktif".

Image caption Buku tentang Trump, Fire and Fury, dirilis lebih cepat dari jadwal semula.

Sebelumnya dia mengatakan bahwa Bannon -yang dipecat pada Agustus lalu- "kehilangan akal" setelah kehilangan jabatan di Gedung Putih.

Buku yang mengutip keterangan staf utama Trump, Steve Bannon mengungkapkan pertemuan dengan sebuah kelompok dari Rusia dihadiri oleh putra Trump yang disebut sebagai "pengkhianat".

Penulis juga melukiskan Trump terkejut ketika mengetahui menang dalam pemilihan presiden.

Dalam sejumlah pernyataan, Bannon berulang kali mengatakan merujuk pada sebuah pertemuan di Trump Tower antara pejabat tertinggi dalam tim kampanye Trump dan Rusia, "Mereka akan memecahkan Don Junior seperti sebuah telur di TV Nasional."

Apa saja klaim Wolff terhadap Trump?

Wolff mengklaim banyak hal di bukunta, termasuk:

  • Tim Trump terkejut dan sekaligus ketakutan setelah Trump dipastikan menang pilpres
  • Istri Trump, Melania, menangis dan sedih Trump menang pemilu
  • Trump marah karena banyak selebritis papan atas menolak hadir di acara pelantikannya
  • Gedung Putih 'menakutkan' dalam pandangan Trump
  • Anak perempuan Trump, Ivanka, berencana bersama sang suami, Jared Kushner, bahwa ia akan menjadi "presiden perempuan pertama"
Hak atas foto Getty Images
Image caption Ivanka Trump diklaim ingin menjadi presiden perempuan pertama Amerika Serikat.

Buku ini dilaporkan didasarkan atas lebih dari 200 wawancara, namun beberapa kutipan di buku ini dipertanyakan sejumlah kalangan.

Editor Amerika BBC, Jon Sopel, mengatakan kalau pun hanya setengah dari keseluruhan klaim benar, itu pun sudah memberikan potret tentang "betapa kacaunya pemerintahan Trump".

Peran Rusia

Dalam pertemuan, yang melibatkan anak tertua Trump, Donald Trump Jr, tengah diselidiki oleh Jaksa Khusus Robert Mueller sebagai bagian dari penyelidikan kemungkinan adanya kolusi antara pejabat kampanye Trump dan Rusia untuk memenangkan pemilu.

Trump membantah adanya kolusi dengan Rusia.

Dalam acara di radio Breitbart pada Rabu lalu, Bannon merespon kritik Trump dengan mengatakan dia merupakan "seorang yang hebat" dan dia mendukung dia "dari hari ke hari".

Setelah presiden bertemu dengan senator Republik di Ruang Oval untuk mendiskusikan masalah imigrasi pada Kamis (04/01) lalu, wartawan bertanya pada Trump jika mantan staf ahlinya telah mengkhianatinya.

Trump mengatakan, "Saya tidak tahu, dia menyebut saya orang hebat tadi malam jadi dia dengan jelas mengubah nada bicaranya dengan sangat cepat."

Berita terkait