Korea Selatan berunding dengan Korea Utara dalam keadaan 'mata awas'

South Korean Foreign Minister Kang Kyung-wha during a BBC interview
Image caption Menlu Kang Kyung-wha: "Dibanding siapa pun, kami lebih memahami Korea Utara."

Korea Selatan akan melanjutkan perundingan tingkat tinggi dengan Korea Utara dengan 'mata awas' setelah berbagai pihak memperingatkan bahwa Pyongyang mungkin akan melakukan akal-akalan untuk melanjutkan program senjata nuklirnya.

"Kita harus memanfaatkan apapun sebaik mungkin," kata Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha kepada BBC.

Kedua Korea sebelumnya setuju untuk tampil di bawah bendera "Korea Bersatu" di Olimpiade Musim Dingin bulan depan di Korea Selatan.

Perundingan dilangsungkan saat Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya bertekad untuk terus menekan Korea Utara.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa sanksi internasional "benar-benar mulai dirasakan akibatnya" oleh Korut, dan mengungkapkan keyakinan bahwa tekanan internasional pada akhirnya akan memaksa Korea Utara berunding mengenai program rudal nuklir dan balistiknya.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika akan menghancurleburkan Korea Utara jika mereka terpaksa untuk membela diri atau sekutu-sekutunya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sejak dua tahun, untuk pertama kalinya kedua Korea melakukan pertemuan tingkat tinggi di tengah meningkatnya ketegangan secara militer.

Pada hari Rabu kemarin juga, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono memperingatkan bahwa dunia tidak boleh tidak dibutakan oleh 'aksi pesona' Pyongyang belakangan ini.

"Ini bukan saatnya untuk mengurangi tekanan atau memberi imbalan timbal balik kepada Korea Utara," kata Kono, seperti dilaporkan kantor berita Reuters. "Fakta bahwa Korea Utara mau berdialog dapat diartikan sebagai bukti bahwa sanksi itu ada dampaknya."

Apa sikap Seoul?

Menlu Kang Kyung-wha mengatakan kepada BBC: "Saya pikir setelah berurusan dengan Korea Utara selama beberapa dekade, setelah melakukan serangkaian diskusi, kami adalah pihak yang lebih memahami Korea Utara dibanding siapapun.

"Belum ada dialog yang penting belakangan ini, tapi ini adalah kesempatan."

"Kita bisa memunculkan segala macam teori tentang mengapa (Korea Utara) ada di sini (saat perundingan). Tentu saja, para pembuat keputusan Korea Utara punya hitungan-hitungan sendiri mengenai tindakan mereka," kata Menlu Kang Kyung-wha.

"Tapi pada akhirnya kita harus memanfaatkan segalanya sebaik mungkin."

Menlu Kang juga mengatakan Korea Selatan dan sekutu-sekutunya "sebetulnya berada di halaman (kesepahaman) yang sama" mengenai tujuan jangka panjang - denuklirisasi semenanjung Korea.

Disebutkan, Seoul menginginkan agar bantuan kemanusiaan ke Korea Utara ditingkatkan seiring mulai berlakunya sanksi ekonomi internasional.

Apa yang telah disepakati tentang Olimpiade?

Jika terealisasi, delegasi Korea Utara yang beranggotakan ratusan orang - termasuk 230 pemandu sorak, 140 musisi orkestra dan 30 atlet taekwondo - dapat menghadiri Olimpiade Musim Dingin.

Ini berarti pembukaan jalan lintas batas untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.

Kedua negara juga sepakat untuk membentuk tim gabungan untuk olahraga hoki es puteri. Ini akan menjadi pertama kalinya atlet dari kedua Korea berkompetisi sebagi satu tim.

Olimpiade akan berlangsung Februari di Pyeongchang.

Korea Utara juga sepakat untuk mengirim delegasi lebih kecil, beranggotakan 150 anggota ke Paralimpiade pada bulan Maret.

Kesepakatan tersebut masih harus disetujui oleh sidang Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada Sabtu mendatang, karena Korea Utara telah melewatkan tenggat waktu pendaftaran, atau gagal lolos kualifikasi.

Hak atas foto AFP
Image caption Bendera "Koresa Bersatu" menyimbolkan aspirasi Utara dan Selatan sesudah hampir tujuh dekade terbelah.

Korea Selatan juga perlu menemukan cara untuk menjamu delegasi Korea Utara tanpa melanggar sanksi Dewan Keamanan PBB yang melarang pengiriman dana tunai ke Pyongyang, serta dimasukkannya sejumlah pejabat senior Korea Utara dalam daftar Hitam.

Apa reaksi di Korea Selatan?

Pelatih hoki Korea Selatan dan media konservatif menyatakan keprihatinannya tentang prospek tim hoki bersatu, karena dianggap dapat merusak peluang Korea Selatan untuk memenangkan medali.

Disebutkan, puluhan ribu orang telah menandatangani petisi online yang mendesak Presiden Moon Jae-in untuk membatalkan rencana tersebut.

Namun pemimpin berhaluan liberal itu mengatakan kepada para atlet Olimpiade Korea Selatan pada hari Rabu bahwa partisipasi Utara dalam Olimpiade akan membantu memperbaiki hubungan antar dua Korea.

Bagaimana kesepakatan itu dicapai?

Perundingan dilangsungkan saat ketegangan di semenanjung Korea mencapai titik tertinggi dalam beberapa dekade, karena Korea Utara memperoleh kemajuan pesat dalam program senjata nuklir dan konvensionalnya dalam beberapa tahun terakhir.

Uji coba rudal balistik terakhir pada bulan November, memicu serangkaian sanksi baru dari PBB yang menyasar perjalanan dan pengiriman bahan bakar.

Pada 9 Januari, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyampaikan pengumuman yang merupakan terobosan: disebutkan bahwa dia "terbuka untuk berdialog," dan mempertimbangkan untuk mengirim tim ke Olimpiade Musim Dingin.

Juga disepakati bahwa sebuah hotline militer antara kedua negara yang dibekukan sejak hampir dua tahun, akan dipulihkan.

Berita terkait