Presiden Trump 'ingin sesegera mungkin' menjalani interogasi untuk penyelidikan FBI

Trump Hak atas foto Getty Images

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dia 'sudah menantikan' untuk diwawancarai dalam penyelidikan oleh FBI mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS yang ia menangkan.

Trump mengatakan bahwa dia dijadwalkan untuk diinterogasi oleh penyelidik khusus Robert Mueller dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan, dengan persetujuan dari pengacaranya.

"Saya akan sangat senang untuk melakukannya sesegera mungkin," kata Trump.

Beberapa waktu lalu Trump mengatakan bahwa menurutnya 'kemungkinannya sangat kecil' bahwa ia akan ditanyai oleh jaksa khusus Mueller.

Dia sebelumnya menyebut penyelidikan intervensi Rusia sebagai 'perburuan tukang sihir' dan 'hoax.'

Berbicara di Gedung Putih pada hari Rabu (24/1), Trump menyatakan bahwa dia 'sepenuhnya siap' untuk ditanyai di bawah sumpah dalam penyelidikan itu.

"Tidak ada kolusi sama sekali, tidak ada usaha menjegal penyelidikan apapun," katanya.

Intelijen AS menyimpulkan bahwa Moskow mencoba mempengaruhi pemilihan presiden yang mendukung Trump, meskipun Rusia membantahnya.

Bagaimana interogasi Trump akan berlangsung?

Pengacara presiden sudah berbicara dengan tim Mueller tentang wawancara, dan bentuk tanya jawab itu.

Wawancara bisa berlangsung secara tatap muka, secara tertulis dan bisa juga kombinasi keduanya.

Hak atas foto Reuters
Image caption Jaksa khusus Robert Mueller adalah mantan direktur FBI

Tentang kapan kemungkinan wawancara itu berlangsung, Trump berkata: "Kemarin mereka menyebut sekitar dua sampai tiga minggu mendatang."

Ketika ditanya apakah menurutnya Mueller akan netral, presiden menjawab: "Kita akan mengetahuinya ... Saya harap begitu."

Apa lagi yang dikatakan Trump kepada pers?

Trump mengatakan kepada wartawan bahwa mantan pesaingnya Hillary Clinton, dulu tidak siap untuk diinterogasi di bawah sumpah oleh FBI tentang penggunaan server email pribadi.

Presiden dari Partai Republik ini juga mengatakan bahwa dia tidak ingat meminta seorang direktur pelaksana FBI soal pilihan saat Pilpres.

"Saya rasa tidak," katanya. "Saya tidak tahu apa masalahnya dengan hal itu."

Andrew McCabe, yang mengambil alih FBI setelah presiden Trump memecat direktur sebelumnya, James Comey pada Mei lalu, mengatakan pernah mendapat pertanyaan Kantor 'mengganggu' dari kantor Trump di Ruang Oval.

Menurut Washington Post, McCabe menyebut dia mengatakan kepada presiden bahwa dia tidak memberikan suara dalam pemilihan presiden 2016.

Mueller diyakini sedang menyelidiki apakah pemecatan Comey adalah upaya untuk menghalangi upaya hukum.

Apa yang terjadi dalam penyelidikan akhir-akhir ini?

Jaksa Agung AS Jeff Sessions diwawancarai dalam penyelidikan Mueller selama beberapa jam pekan lalu .

Jaksa tertinggi AS tersebut merupakan orang pertama dalam kabinet Trump yang ditanyai soal kasus tersebut,

Hak atas foto EPA
Image caption Jaksa Agung AS Jeff Sessions diwawancarai dalam penyelidikan Muelle

Empat orang telah resmi dikenai tuduhan pidana menyusul penyelidikan Mueller.

Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional presiden Trump, mengaku bersalah berbohong kepada FBI soal sebuah pertemuan dengan seorang duta besar Rusia.

Mantan manajer kampanye Trump Paul Manafort disasar dengan 12 tuduhan, termasuk bersekongkol untuk menipu AS dalam urusannya dengan Ukraina, dan persekongkolan untuk mencuci uang.

Rekan bisnis Manafort, Rick Gates, juga dituduh berkomplot untuk mencuci uang.

Penasihat kampanye Trump lainnya- George Papadopoulos - mengaku bersalah berbohong kepada FBI.

Topik terkait

Berita terkait