Benarkah Rusia memiliki persenjataan nuklir 'tak tertandingi' yang gampang untuk menyerang AS?

Media playback tidak ada di perangkat Anda
Presiden Putin memutar video peluncuran nuklir terbaru Rusia.

Rusia telah mengembangkan jajaran senjata nuklir baru yang tak tertandingi, kata Presiden Vladimir Putin dalam pidato tahunan yang memapar kebijakannya menjelang pemilihan presiden 17 hari sesudahnya.

Senjata baru yang disebutkannya antara lain rudal jelajah yang katanya bisa 'mencapai titik manapun di dunia.'

Dalam ucapan yang diarahkannya kepada negara-negara Barat, ia mengatakan: "Mereka perlu memperhitungkan realitas baru ini, dan memahami bahawa ... (ini) ... bukan sesumbar."

Dalam pidato kenegaraan tahunan itu, Putin menggunakan presentasi video untuk memamerkan pengembangan dua sistem baru peluncuran nuklir yang menurutnya bisa mengakali deteksi. Satu tayangan video grafis tampak menunjukkan rudal menghujani negara bagian Florida, AS.

Hak atas foto Reuters
Image caption Video yang menunjukkan hujan rudal ke negara bagian Florida, AS.

Salah satu sistem yang dipaparkan Putin adalah "rudal jelajah terbang rendah, sulit diketahui ... dengan jarak jangkau yang hampir tak terbatas dan jalur penerbangan yang tidak dapat diprediksi, yang dapat memotong jalur pencegatan dan digjaya tak tertandingi di hadapan semua sistem pertahanan rudal dan pertahanan udara yang ada sekarang maupun yang akan datang."

Hak atas foto Reuters
Image caption Putin menggunakan gambar dan video grafis untuk menunjukkan sistem persenjataan baru Rusia.

Satu lagi adalah rudal jarak jauh yang diluncurkan dari kapal selam yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Hak atas foto AFP
Image caption Ini pidato Putin terakhir menjelang pemilihan presiden.

Dalam pidato dua jam di hadapan kedua majelis parlemen, dia mengatakan bahwa sistem baru senjata tersebut merupakan jawaban Rusia terhadap pengembangan sistem pertahanan rudal AS.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa "Tentu saja sangat disayangkan menyaksikan animasi video yang menggambarkan serangan nuklir ke Amerika Serikat" - dan menyebut bahwa ini bukan "perilaku pemain internasional yang bertanggung jawab".

Seberapa kredibel pengakuan nuklir Putin?

Analisis Jonathan Marcus, wartawan BBC

Presiden Putin sangat menekankan Rusia yang kuat yang memodernisasi persenjataan nuklirnya, jelas merupakan tanggapan atas pernyataan serupa oleh sejawatnya di Amerika sana, Donald Trump, dalam beberapa bulan terakhir ini.

Dalam pidatonya, Putin menyoroti pengembangan dua sistem baru peluncuran nuklir, yang, katanya, dapat menyusup dan menghindari pertahanan rudal anti-balistik AS.

Itu karena pada dasarnya kedua sistem persenjataan baru itu bukan rudal balistik yang ditembakkan dari atmosfer dalam lintasan yang tinggi.

Salah satunya, praktis merupakan sebuah torpedo berjangkauan sangat jauh yang berhulu ledak nuklir. Sistem ini dikabarkan sudah mulai dikembangkan sejak zaman Soviet namun baru sekarang dilihat oleh analis AS sebagai ancaman yang kredibel.

Sistem kedua, dipaparkan oleh Putin sebagai rudal jelajah, terlihat lebih merupakan proyek yang sedang dikembangkan dan mungkin merupakan semacam sistem 'hipersonik' berkecepatan sangat tinggi - yang diibaratkan oleh seorang ahli pengendalian senjata sebagai "terbang layang pada steroid" - yang lagi-lagi bisa menghindari sistem pertahanan anti-rudal yang ada.

Cina dan Amerika Serikat juga sedang mengembangkan sistem mereka sendiri yang serupa dengan itu.

Hak atas foto AFP
Image caption Pesawat tempur Rusia paling canggih, Su-57, yang merupakan pesawat tempur 'siluman,' dikirim ke Suriah, meskipun sekadar untuk ujicoba.

Putin juga membahas tentang operasi militer Rusia di Suriah - yang mendukung Presiden Bashir al-Assad dalam perang menumpas pemberontak - yang, katanya, menunjukkan peningkatan kemampuan pertahanan Rusia.

Baru-baru ini Rusia mengirim dua pesawat tempur yang paling canggih, Su-57, ke Suriah, meskipun pesawat-pesawat jet tempur 'siluman' itu sekadar dikirim untuk ujicoba.

Berita terkait