Demi 'pemberantasan korupsi', Xi Jinping bisa presiden seumur hidup

Cina, Xi Jinping Hak atas foto EPA
Image caption Xi Jinping bertepuk tangan saat pembukaan sesi pertama Kongres Rakyat Nasional di Balai Rakyat, Beijing.

Ribuan anggota Kongres Rakyat Cina bertepuk tangan meriah mengungkapan dukungan atas usulan yang membuat Presiden Xi Jinping bisa memimpin lebih dari dua masa jabatan.

Usulan pencabutan pembatasan dua jabatan masa presiden itu disampaikan oleh Partai Komunis Cina atau PKC, satu-satunya partai di Cina, bulan pekan lalu dan diperkirakan sidang Kongres Rakyat Cina -yang dibuka Senin (05/03) di Balai Rakyat di Beijing- tinggal mengesahkan saja.

Dengan demikian, Xi akan menjadi pemimpin Cina yang paling berpengaruh sejak Mao Zedong, yang dengan mengumpulkan kekuasaan militer, ekonomi, dan pemerintahan dalam satu tangan.

Walau secara resmi usulan tersebut baru akan disahkan pada Minggu 11 Maret mendatang, hampir dipastikan tidak akan menghadapi hambatan mengingat Kongres Rakyat Cina biasanya lebih merupakan 'forum pengesahan' dari rancangan yang sudah disiapkan PKC.

Hak atas foto AFP
Image caption Kongres Rakyat Nasional biasanya hanya menjadi pengesahan rancangan yang sudah disiapkan Partai Komunis Cina.

Pembahasan tentang pencabutan masa jabatan presiden membuat Kongres Rakyat Cina kali ini menjadi agak berbeda dibanding yang sebelumnya, seperti dijelaskan oleh Suargana Pringganu, Kepala Bidang Politik KBRI di Beijing.

"Jadi ini memang agak spesial karena ada pengajuan rancangan untuk pencabutan masa jabatan presiden yang dua kali, dan juga merupakan poin penting bagi politik dalam negeri Tiongkok", jelas Suargana kepada wartawan BBC, Liston P Siregar, lewat percakapan telepon.

_____________________________________________________________________

'Papa Xi' tightens his grip

oleh Celia Hatton, Editor BBC Asia Pasifik

Pengumuman tentang usulan ini sudah diperkirakan banyak orang.

Selama beberapa dekade, Partai Komunis mendominasi kehidupan di Cina. Namun kini Xi Jinping melangkah ke panggung, melampaui partai yang mengangkatnya ke posisi puncak.

Fotonya dipajang di papan reklame di seluruh negeri dan julukannya, 'Papa Xi', muncul di lagu resmi.

Hak atas foto AFP
Image caption Di bawah Xi Jinping, Cina menjalani kebangkitan nasionalisme.

Pada masa lalu, Partai Komunis yang memegang kekuasaan, dengan pemimpin puncak hanya berkuasa dalam waktu yang terbatas. Seorang pemimpin akan meyerahkan kekuasaan ke penerusnya setelah memimpin selama 10 tahun.

Xi Jinping mendobrak sistem itu sejak masa awal kepemimpinannya. Dia melembagakan kampanye antikorupsi, yang sekaligus pula digunakan untuk menyingkirkan saingan-saingan politiknya.

Dia juga memperlihatkan visi politik yang jelas dengan mendorong proyek nasional prakarsa One Belt One Road untuk membangun rute perdagangan global maupun rencana besar untuk menghapus kemiskinan pada tahun 2020.

_____________________________________________________________________

Ditambahkan oleh Suargana bahwa sebelumnya, Presiden Xi Jinping juga sudah lebih dulu mendapat status 'core' atau inti di Partai Komunis Cina, yang sebelumnya pernah diberikan kepada Deng Xiaoping namun ketika sudah meninggal dunia.

Satu-satunya pemimpin Cina lain yang juga mendapat status 'core' ketika masih memerintah adalah Mao Zedong, yang berkuasa lebih dari 30 tahun.

Hak atas foto Reuters
Image caption Upaya pemberantasan korupsi Presiden Xi dinilai populer di kalangan rakyat bawah.

Usulan dan dukungan bagi Presiden Xi untuk memerintah lebih dari dua periode, menurut pengamatan Suargana, antara lain didorong oleh upayanya dalam memberantas korupsi.

"Beliau sangat terkenal di dalam negeri dalam memerangi korupsi dan untuk dapat melakukan itu, beliau perlu status 'core'. Dan kalau pencabutan masa jabatan presiden dua tahun berhasil, maka upaya memerang korupsi akan lebih baik."

Upaya pemberantasan korupsi -yang populer di kalangan rakyat bawah- agaknya memang menjadi faktor penting dalam membuka peluang bagi Xi untuk tetap menjabat presiden setelah berakhirnya masa jabatan keduanya tahun 2023 mendatang.

"Salah satu tugas terbesarnya setelah dia berkuasa adalah mencabut semua ancaman atas partai dan negara. Untuk melakukan itu, tidak cukup baginya jika hanya menjabat dua periode," jelas Hua Po, seorang pengamat politik di Beijing kepada kantor berita AFP.

Hua Po berpendapat jika Xi 'mengalihkan kekuasaan pada akhir masa jabatan keduanya, "Kemungkinan besar kekuasaan akan kembali ke tangan-tangan korup dan kelas elite sehingga semua upaya dalam beberapa tahun akan percuma."

Bagaimanapun sejumlah pengamat melihat upaya Presiden Xi dalam memberantas korupsi juga digunakan untuk menggeser lawan-lawan politiknya walau anggapan itu dibantah keras oleh para pendukungnya.

Berita terkait