Pemimpin Korsel dan Korut akan bertemu di wilayah perbatasan militer

Korea Selatan, Korea Utara, Kim Hak atas foto Reuters
Image caption Rencana pertemuan puncak Korea diumumkan setelah delegasi Korea Utara bertemu dengan Kim Jong-un di Pyongyang.

Korea Selatan mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sepakat untuk bertemu dengan Presiden Korsel, Moon Jae-in, di perbatasan militer kedua negara bulan depan.

Jika terlaksana maka akan menjadi pertemuan pertama antara pemimpin kedua Korea dalam waktu lebih dari satu dekade belakangan.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kim Jong-un menerima delegasi Korea Selatan untuk jamuan makan malam pada Senin (05/03).

Rencana pertemuan tingkat tinggi tersebut dibahas saat dua pejabat Korea Selatan, Kepala Dinas Intelijen Nasional, Suh Hoon, dan Kepala Penasihat Keamanan Nasional, Chung Eui-yong, bertemu dengan Kim Jong-un di Pyongyang, sehari sebelumnya, Senin (05/03).

Menurut Chung, kedua pemimpin akan bertemu di perbatasan militer di Panmunjom pada bulan April, yang akan menjadi pertemuan puncak Korea yang ketiga sejak berakhirnya konflik di kawasan itu sepanjang sepanjang tahun 1950-1953.

Dia menambahkan bahwa akan dijalin hubungan langsung antara kedua pemimpin untuk 'mengurangi ketegangan militer dan koordinasi yang erat'.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Tempat pertemuan adalah zona demilitarisasi di Panmunjom, di perbatasan kedua negara.

Korea Selatan dan Utara secara prinsip masih berada dalam keadaan perang karena belum menandatangani kesepakatan damai namun melaksanakan gencatan senjata.

Disebutkan pula bahwa Kim Jong-un mengatakan kepada delegasi Korea Selatan bahwa dia kini ingin membahas penghentian program senjata nuklirnya jika dia yakin bahwa keamanan pemerintahannya bisa dijamin.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kim Jong-un menyambut delegasi Korea Selatan dengan jamuan makan malam.

Kim menyatakan bahwa tidak akan ada uji coba rudal ketika upaya diplomasi terus berlangsung.

Hubungan antara kedua Korea membaik menjelang dan setelah Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang -bulan lalu- yang diramaikan dengan partisipasi atlet serta tim pemandu sorak Korea Utara.

Pertemuan puncak Korea sebelumnya berlangsung pada tahun 2000 dan 2007, yaitu ketika Presiden Kim Dae-jung dan Roh Moo-hyun bertemu dengan Kim Jong-Il, ayah Kim Jong-un.

Rencana pertemuan di Panmunjom pada April mendatang tampaknya juga membuka peluang dialog antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Amerika Serikat memberikan tanggapan hati-hati terhadap pernyataan bahwa Korea Utara terbuka berunding dengan Washington dan mungkin akan mempertimbangkan untuk meninggalkan program nuklirnya, jika tidak mendapat ancaman.

Presiden Trump menyebut pernyataan dari Korea Utara dan Korea Selatan sangat positif.

Dikatakannya, rencana pertemuan kedua pemimpin Korea akan menjadi perkembangan penting bagi dunia.

Topik terkait

Berita terkait