Mengenal racun Novichok yang diduga digunakan dalam upaya membunuh mata-mata Rusia

forensik Hak atas foto EPA
Image caption Seorang anggota tim forensik memeriksa pub The Mill di Salisbury, Inggris, pada 14 Maret. Mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal dan putrinya, diserang dengan zat saraf pada 4 Maret lalu.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengatakan mantan mata-mata Rusia dan putrinya diracun dengan bahan kimia yang merupakan bagian dari racun saraf yang dikenal dengan nama Novichok.

Sergei Skripal dan putrinya Yulia masih dalam kondisi kritis setelah setelah menghadapi upaya pembunuhan di Salisbury pada tanggal 4 Maret lalu.

Bahan kimia tersebut diidentifikasi oleh para ahli di Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertahanan (DSTL) di Porton Down.

Jadi, apa yang kita ketahui tentang racun saraf sekelas militer ini?

Hak atas foto EPA/ YULIA SKRIPAL/FACEBOOK
Image caption Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, masih berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

1) Dikembangkan pada masa Uni Soviet

Dalam bahasa Rusia Novichok memiliki arti "pendatang baru". Zat itu dikembangkan oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Senjata kimia itu adalah generasi keempat dan dikembangkan oleh Soviet dengan kode program "Foliant".

Pada tahun 1999, pejabat Kementerian Pertahanan AS melakukan perjalanan ke Uzbekistan untuk membantu melucuti salah satu fasilitias uji coba senjata kimia yang pernah dimiliki Soviet.

Menurut seorang pembelot senior, Soviet menggunakan fasilitas tersebut untuk memproduksi dan menguji coba Novichok dalam skala kecil. Racun saraf ini dirancang untuk menghindari deteksi oleh inspektur internasional.

2) Lebih mematikan dibanding racun-racun lain

Novichok, yang dikenal dengan nama A-320 dilaporkan lima hingga delapan kali lebih mematikan dibandingkan dengan racun VX.

Racun saraf VX adalah jenis racun yang pernah digunakan untuk membunuh kakak tiri Kim Jong-un tahun lalu.

"Jenis racun ini lebih berbahaya dan canggih dibandingan dengan sarin atau VX serta sulit untuk diidentifikasi," kata Professor Gary Stephens, seorang ahli Farmakologi dari Universitas Reading.

Beberapa jenis A-230 sudah diproduksi. Salah satu bahan kimia eksperimental ini - A-232 - dilaporkan digunakan oleh militer Rusia sebagai basis senjata kimia, yang dikenal dengan nama Novichok-5.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Menurut sejumlah media Rusia, zat Novichok dikembangkan oleh para ilmuwan Soviet di Institut Riset Sains Negara pada era 1970-an dan 1980-an.

3) Novichok memiliki beragam bentuk

Beberapa varian Novichok berbentuk cairan, namun ada juga yang padat. Ini berarti racun tersebut bisa terdispersi menjadi bubuk yang begitu halus.

Racun Novichok juga dilaporkan merupakan "senjata biner", artinya racun ini bisa digabung sebagai dua bahan kimia yang kurang berbahaya. Bila dicampur, mereka bereaksi untuk menghasilkan zat beracun aktif.

Ini artinya bahan kimia menjadi lebih mudah dikirimkan, ditangani dan disimpan karena Novichok baru akan mematikan sepenuhnya bila dicampur.

"Salah satu alasan utama racun ini dikembangkan adalah karena komponen-komponen mereka tidak ada dalam daftar terlarang," kata Profesor Stephens.

"Ini berarti bahan kimia yang dicampur diciptakan agar lebih mudah dikirim tanpa risiko tanpa resiko terhadap kesehatan kurir."

Hak atas foto Reuters
Image caption Vil Mirzayanov, mantan ilmuwan Soviet yang mengembangkan zat Novichok, saat ditemui di New Jersey, Amerika Serikat, 13 Maret 2018.

4) Efek Novichok sangat cepat

Novichoks dirancang lebih beracun dibanding senjata kimia lainnya, sehingga ada beberapa macam reaksi yang terjadi - mulai dari 30 detik sampai dua menit.

Bagian tubuh yang terpapar biasanya melalui saluran pernafasan, meskipun racun itu juga bisa diserap lewat kulit.

Jika bentuknya bubuk maka efeknya berjalan lambat.

5) Gejalanya sama dengan racun saraf lain

Dilaporkan efek racun Novichok yang ditimbulkan sama dengan racun saraf lainnya.

Ini artinya racun itu menghalangi pesan dari saraf ke otot, menyebabkan kegagalan banyak fungsi tubuh.

Gejalanya meliputi mata memutih, karena pupil mata menyempit, kejang, keluar air liur dan yang lebih buruk, koma, kegagalan pernafasan dan kematian.

Racun ini menyebabkan detak jantung melambat dan sulit bernafas, yang menyebabkan kematian karena sesak napas.

Beberapa jenis Novichok dirancang khusus untuk kebal terhadap penangkal racun saraf standar.

Jika seseorang terpapar racun itu, mereka harus segera melepas pakaian dan mencuci kulit mereka dengan sabun dan air. Mata mereka harus dibilas dan mereka harus diberi oksigen.

Berita terkait