Uji kebohongan dukung pengakuan perselingkuhan aktris porno dan Donald Trump

Stormy Daniels in 2006 Hak atas foto Getty Images
Image caption Stormy Daniels mengklaim telah berselingkuh dengan Donald Trump pada 2006.

Tes untuk menguji kebohongan seseorang atau lazim disebut tes poligraf mengungkap bahwa aktris film porno, Stormy Daniels, telah "berkata jujur" mengenai perselingkuhannya dengan Donald Trump.

Hasil tes poligraf tersebut, yang diperoleh CBS News, juga mengungkap bahwa sang aktris telah berhubungan seks dengan Trump pada 2006 lalu.

Trump, yang menikahi Melania Trump pada 2005, dengan "tegas membantah" tudingan perselingkuhan.

Dalam wawancara dengan majalah InTouch tahun 2011, aktris itu membeberkan bahwa ia menjalin hubungan seksual dengan Donald Trump tahun 2006, tak lama setelah Melania Trump melahirkan putra pasangan itu, Barron.

Stormy, yang bernama asli Stephanie Clifford, juga pernah menjalani uji kebohongan atas permintaan majalah Life & Style di laboratorium fisika Johns Hopkins University pada 19 Mei 2011 terkait dugaan perselingkuhan dengan Trump. Namun hasil tes tersebut belum pernah dirilis sampai sekarang.

Berdasarkan data tes yang telah diperoleh CBS News, Clifford menjawab "ya" saat menanggapi pertanyaan berikut ini:

  • Sekitar Juli 2006, apakah Anda berhubungan seks melalui vagina dengan Donald Trump?
  • Sekitar Juli 2006, apakah Anda berhubungan seks tanpa pelindung dengan Donald Trump?
  • Apakah Trump mengatakan Anda akan tampil dalam acara The Apprentice?

Hasil tes menyimpulkan Clifford "berkata jujur mengenai hubungan seks melalui vagina tanpa pelindung dengan Donald Trump pada Juli 2006".

Sebelum tes dilakukan, Clifford mengatakan kepada juru tes, Ronald D Slay, bahwa dia dan Trump berhubungan seksual di sela-sela acara golf di Lake Tahoe, California.

Tulisan yang dibubuhkan pemeriksa tes berbunyi "tidak ada indikasi niatan mengelabui yang terpantau".

Meski populer, tes poligraf tidak dapat diserahkan sebagai bukti yang sah di pengadilan berbagai negara bagian di AS.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Stormy Daniels alias Stephanie Clifford menjalani tes poligraf pada 2011.

Kasus hukum

Pengakuan mengenai perselingkuhan ini mengemuka kembali setelah Wall Street Journal melaporkan pada Januari lalu bahwa Stormy Daniels alias Stephanie Clifford dibayar untuk meneken perjanjian tidak akan mempublikasikan dugaan hubungan tersebut menjelang pemilihan presiden pada tahun 2016.

Pengacara pribadi Presiden Trump, Michael Cohen, mengatakan ia membayar US$130.000 (sekitar Rp1,7 miliar dari sakunya sendiri kepada seorang aktris porno yang pernah mengatakan ia sebelumnya menjalin perselingkuhan dengan Trump.

Akan tetapi, pada awal Maret, Clifford mengajukan tuntutan hukum karena kontrak 'kesepakatan bungkam' yang ia tandatangani tidak sah.

Stormy Daniels mengatakan bahwa kesepakatan tersebut, yang dibuat sebelum pemilihan presiden tahun 2016, "tidak berlaku lagi" karena Trump tidak menandatanganinya.

Berita terkait