Israel akui ledakkan bangunan yang diduga reaktor nuklir Suriah

suriah, israel Hak atas foto Reuters
Image caption Pesawat tempur F-15 Israel melesat dari pangkalan militer Hatzerim di bagian selatan Israel, pada 2015 lalu. Gempuran terhadap bangunan yang diduga reaktor nuklir Suriah melibatkan pesawat F-16 dan F-15.

Militer Israel secara resmi mengakui menghancurkan sebuah bangunan yang diduga merupakan reaktor nuklir Suriah pada 2007 lalu.

Aksi serangan udara di wilayah Deir-al-Zour itu dilakukan guna melenyapkan "ancaman yang timbul terhadap Israel dan seluruh kawasan".

Israel mengklaim reaktor itu hampir rampung dibangun.

Setelah bangunan tersebut hancur lebur, banyak pihak menduga Israel bertanggung jawab. Namun, Israel tidak pernah mengakuinya.

Di pihak Suriah, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad berulang kali membantah lokasi yang digempur adalah reaktor nuklir.

Bagaimanapun, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pernah mengutarakan bahwa lokasi itu "amat mungkin" reaktor nuklir.

IAEA juga menengarai fasilitas itu dibangun dengan menggunakan bantuan Korea Utara.

Suriah, yang turut menandatangani Traktat Non-Proliferasi, lagi-lagi membantahnya.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Israel merilis foto-foto yang menunjukkan pengeboman terhadap bangunan yang diduga reaktor nuklir Suriah pada 2007.

Apa yang dikatakan militer Israel?

Militer Israel mencabut status 'rahasia' pada berbagai materi yang berkaitan dengan serangan udara pada 5-6 September 2007.

Materi itu meliputi tayangan yang disebut Israel sebagai serangan terhadap fasilitas al-Kubar di kawasan gurun Suriah. Ada pula foto-foto operasi rahasia itu.

"Pada malam antara 5-6 September 2007, pesawat-pesawat jet tempur Angkatan Udara Israel secara sukses menghantam dan menghancurkan reaktor nuklir Suriah yang tengah dibangun," sebut pernyataan militer Israel.

"Reaktor itu hampir rampung dibangun."

Aksi penggempuran itu disebut melibatkan empat pesawat F-16 dan empat pesawat F-15.

"Pesan dari serangan terhadap reaktor nuklir pada 2007 adalah negara Israel tidak akan membolehkan pembentukan kemampuan yang mengancam keberadaan Israel," sebut pernyataan itu.

"Itu adalah pesan kami pada 2007, yang tetap menjadi pesan kami hari ini, dan akan terus menjadi pesan kami dalam masa depan jangka pendek maupun jangka panjang," lanjut pernyataan.

Beberapa waktu lalu, Israel meningkatkan peningkatan atas berkembangnya keberadaan militer Iran di Suriah.

Pada Februari lalu, pesawat jet tempur Israel melancarkan serangan udara terhadap target militer Suriah dan Iran yang beroperasi di wilayah Suriah.

Berita terkait