Pria AS menangkan gugatan setelah mengkritik kotanya 'beraroma bir tengik'

Josh Harms Hak atas foto ACLU
Image caption Harms menulis bahwa akibat limbah industri itu membuat kotanya "berbau menjijikkan mirip bir tengik atau makanan anjing yang busuk".

Seorang warga kota Sibley, Iowa, AS, memenangkan perkara hukum setelah peradilan federal menolak gugatan otoritas kota yang menganggap pria itu menghina para pejabatnya.

Josh Harms, nama pria tersebut, sebelumnya dituntut oleh otoritas kota Sibley karena tulisannya yang mengkritik ketidakbecusan pimpinan kota dalam mengelola limbah industri.

Dalam situs web yang dikelolanya, yaitu shouldyoumovetosibleyia, Harms mengkritik keberadaan pabrik pengelolahan daging babi di Sibley di dekat rumahnya, karena aroma yang dikeluarkan dari limbahnya mengeluarkan aroma busuk.

Secara gamblang, Harms menulis bahwa akibat limbah industri itu membuat kotanya "berbau menjijikkan mirip bir tengik atau makanan anjing yang busuk".

Pada Desember 2017, otoritas kota Sibley menghubungi Harms agar menghapus situs web miliknya atau pihaknya akan mengajukan gugatan hukum .

Hak atas foto ACLU
Image caption Harms mengkritik keberadaan pabrik pengelolahan daging babi di Sibley di dekat rumahnya, karena aroma yang dikeluarkan dari limbahnya mengeluarkan aroma busuk.

Tentu saja, tuntutan ini ditolak mentah-mentah oleh Josh Harms. Dia mengatakan ancaman penutupan situs webnya itu melanggar hak kebebasan untuk berbicara.

Dukungan pun mengalir kepada Harms, diantaranya oleh organisasi nirlaba American Civil Liberties Union (ACLU) di Iowa, yang menganggap apa yang dilakukan Harms justru untuk perbaikan kota Sibley.

Hakim federal menolak gugatan

Dalam putusannya yang dibacakan Kamis, hakim peradilan federal Iowa memutuskan menolak gugatan yang dilayangkan otoritas kota Sibley terhadap Josh Harms.

Hakim juga melarang otoritas kota itu "membatasi Harms untuk diwawancarai wartawan" serta "mengancam Harms untuk menggugat balik".

Hak atas foto ACLU
Image caption Kawasan industri di kota Sibley, negara bagian Iowa, AS.

Seperti dilaporkan media lokal, Sibley menyetujui dengan tuntutan yang diajukan ACLU agar otoritas kota Sibley:

  • Memberikan pelatihan tentang tema kebebasan berbicara kepada staf kota Sibley.
  • Permintaan maaf tertulis kepada Josh Harms atas tuntutannya
  • Biaya proses hukum $ 20,475 atau sekitar Rp281 juta.
  • Ganti rugi kepada Harms sebesar $ 6.500 atau sekitar Rp89 juta.

"Saya senang kota Sibley telah mengaku bahwa mereka keliru dengan mengancam saya atas kritikan yang saya tuliskan," kata Harms, seperti dikutip situs berita Des Moines Register.

"Hak setiap warga untuk mengkritik secara bebas dan terbuka terhadap pemerintah adalah pijakan dasar dalam berdemokrasi," kata Rita Bettis, direktur hukum ACLU Iowa.

Berita terkait