Seorang istri di Cina jalan maraton untuk mencari tahu nasib suami yang ditahan

Cina, Li Wenzu Hak atas foto Reuters
Image caption Li Wenzu akan berjalan kaki dari Beijing ke Tanjin, yang diduga menjadi tempat penahanan suaminya.

Istri dari seorang pengacara hak asasi Cina memulai kampanye jalan kaki sejauh lebih dari 100 km untuk mencari jawaban atas nasib suaminya.

Li Wenzu, mulai Rabu (04/04), akan berjalan kaki dari Beijing ke Tianjin, yang diduga menjadi tempat penahanan suaminya, Wang Quanzhang.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak mendengar apapun sejak suaminya ditangkap 1.000 hari lalu, atau dua setengah tahun lebih, dan bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak.

Wang ditahan sejak Agustus 2015 dalam penggerebekan nasional yang menangkap lebih dari 200 pegiat hak asasi.

Para pegiat mengatakan 'Pemberangusan 709' -begitulah sebutannya untuk merujuk tanggal penggerbekan pada 9 Juli- merupakan pertanda dari meningatknya intoleransi terhadap para pembangkang di bawah Presiden Xi Jinping.

Media milik pemerintah, Harian Rakyat, pada saat itu menyebut para tahanan terkemuka adalah 'sekelompok penjagat yang secara serius mengganggu ketertiban sosial'.

Hak atas foto Reuters
Image caption Sebelum mulai jalan maraton, Li Wenzu berbicara dengan para wartawan di luar Mahkamah Agung Rakyat di Beijing.

Dengan berjalan kaki selama 12 hari, Li ingin mendesak pihak berwenang agar memberi penjelasan tentang yang terjadi pada suaminya. Satu-satunya yang diketahui adalah bahwa Wang ditahan.

Dia mempertanyakan apalah Cina memang mengikuti kebijakan 'menjalankan negara sesuai dengan hukum' jika pengacara suaminya tidak diizinkan untuk bertemu dengan sang suami.

Li juga mengatakan dia menduga suaminya juga disiksa.

Kepada kantor berita Reuters, Li mengatakan: "Mereka menindas semua hak-hak kami. Menahan seorang yang tidak bersalah seperti itu, menahannya selama 1.000 hari, saya kira itu kejam. Tidak berperasaan."

Hak atas foto Family
Image caption Li mengtakan dia bahkan tidak tahu kalau suaminya masih hidup atau tidak.

Suaminya, Wang, menangani kasus-kasus terkait dengan dugaan penyiksaan oleh polisi dan juga membela para anggota kelompok spritual terlarang, Falun Gong, yang menurut pemeirntah Cina merupakan sekte setan.

Dalam sebuah wawancara tahun 2015, dia mengatakan dipukuli di ruang bawah tanah gedung pengadilan karena mempertanyakan perintah hakim.

Sepanjang aksi jalan kaki maratonnya, Li akan ditemani oleh Wang Qiaoling, istri dari pengacara hak asasi manusia Li Heping, yang mendapat hukuman percobaan terkait tuduhan subversif pada April lalu.

Banyak dari para pegiat yang ditangkap saat Pemberangusan 709 mendapat hukuman penjara namun sebagian diganjar hukuman percobaan maupun tahanan rumah.

Topik terkait

Berita terkait