Divonis hukuman 12 tahun penjara, eks Presiden Brasil, Lula da Silva menolak menyerahkan diri

Luis Inácio Lula da Silva Hak atas foto EPA
Image caption Pria berusia 72 tahun itu, sesuai keputusan pengadilan, diperintahkan menyerahkan diri untuk menjalani hukuman penjara 12 tahun karena divonis bersalah melakukan korupsi.

Mantan Presiden Brasil, Luis Inacio Lula da Silva, bersembunyi di gedung serikat buruh di kota asalnya, di pinggiran Sao Paulo, menolak untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang.

Pria berusia 72 tahun itu, sesuai keputusan pengadilan, diperintahkan menyerahkan diri untuk menjalani hukuman penjara 12 tahun karena divonis bersalah melakukan korupsi.

Tim kuasa hukumnya dilaporkan sedang berunding dengan aparat kepolisian setelah tenggat waktu yang disediakan sudah berakhir.

Sejumlah laporan menyebutkan Lula kemungkinan menyerahkan diri pada hari Sabtu, namun informasi lainnya menyebut dia akan bertahan sampai akhir pekan.

Ribuan orang pendukungnya berkumpul dan berunjukrasa di luar gedung di Sao Bernardo do Campo, tempat Lula bersembunyi.

"Saya pikir jika polisi federal datang ke sini untuk menangkap Lula sekarang, mereka tidak akan leluasa (untuk masuk ke gedung]," kata seorang simpatisan Lula, Joao Xavier kepada Kantor Berita Reuters.

Hak atas foto Reuters
Image caption Ribuan orang pendukungnya berkumpul dan berunjukrasa di luar gedung di Sao Bernardo do Campo, tempat Lula bersembunyi.

Pihak berwenang Brasil menyatakan bahwa tokoh sayap kiri itu bukanlah buronan, karena semua orang mengetahui dimana dia bersembunyi.

Anggota Senat Brasil, Gleisi Hoffmann, menulis dalam akun tweeternya, bahwa akan digelar semacam doa bersama di gedung serikat pekerja tersebut pada Sabtu pagi, untuk mengenang istri Lula, Marisa Leticia, yang meninggal tahun lalu.

Kenapa Lula menolak menyerahkan diri?

Lula meyakini bahwa proses pengadilan terhadap dirinya dilatari motif politik.

Dia mengklaim upaya hukum itu dirancang untuk menyabotase pencalonan dirinya sebagai presiden dalam pemilu Oktober nanti, dimana dirinya difavoritkan mengungguli calon-calon lainnya.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Kelompok anti Lula menggelar unjuk rasa di depan markas kepolisian setempat seraya menuliskan pesan bahwa "lokasi yang tepat untuk Lula adalah di balik jeruji penjara".

Dalam surat perintah yang dikeluarkan pada hari Kamis, hakim federal Sergio Moro mengatakan Lula harus menyerahkan diri kepada kepolisian pada hari Jumat sebelum pukul 17:00 waktu setempat.

Salah seorang pengacara Lula, Valeska Teixeira Zanin Martins, menjelaskan kepada BBC bahwa mengapa mereka akan berusaha keras agar kliennya tidak dipenjara.

"Ini adalah keputusan yang sewenang-wenang, tidak sah, bertentangan dengan konstitusi, bertentangan dengan HAM," tandasnya.

"Kita akan berupaya terus, tentu saja. Masih ada upaya hukum banding hukum sehingga klien kami tidak akan masuk penjara, "tambahnya.

Lula telah dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, tetapi proses banding bisa memakan waktu beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Siapa Lula?

Lula menjabat Presiden Brasil pada 2003-2011. Walaupun memimpin dalam jajak pendapat menjelang pemilihan Oktober, dia tetap dianggap sebagai tokoh yang membuat Brasil terpecah-belah.

Hak atas foto EPA
Image caption Puluhan juta orang terangkat dari jeratan kemiskinan berkat inisiatif yang dilakukan pemerintahannya. Ujungnya, saat periode jabatan keduanya berakhir, dia meraih popularitas luar biasa.

Sebagai eks pekerja pabrik logam dan aktivis serikat buruh, Lula adalah pemimpin sayap kiri pertama yang berhasil mencapai kursi kepresidenan Brasil dalam hampir setengah abad.

Ketika dia menjadi presiden, Brasil mengalami periode pertumbuhan ekonomi terpanjang dalam tiga dekade, yang mengakibatkan pemerintahannya menghabiskan banyak uang demi program sosial.

Puluhan juta orang terangkat dari jeratan kemiskinan berkat inisiatif yang dilakukan pemerintahannya. Ujungnya, saat periode jabatan keduanya berakhir, dia meraih popularitas luar biasa.

Mengapa Lula dijatuhi hukuman?

Tuduhan korupsi terhadap Lula berawal dari investigasi antikorupsi yang dikenal sebagai Operasi Cuci Mobil, yang diduga melibatkan sejumlah politikus terkenal dari sejumlah partai.

Hak atas foto AFP
Image caption Tuduhan korupsi terhadap Lula berawal dari investigasi antikorupsi yang dikenal sebagai Operasi Cuci Mobil, yang diduga melibatkan sejumlah politikus terkenal dari sejumlah partai.

Lula dihukum karena diduga menerima suap dari perusahaan OAS terkait kepemilikan sebuah apartemen mewah di pinggir pantai Guaruja, Brasil.

Para pengacara Lula mengatakan kliam kepemilikan Lula atas apartemen itu tidak pernah terbukti. Lula juga menyatakan klaim itu lebih didasarkan kesaksian eks pimpinan OAS semata.

Apa yang terjadi selanjutnya?

Kendatipun dia telah diminta menyerahkan diri, tidak dapat dipastikan apakah Lula nantinya akan dijebloskan ke penjara untuk menjalani proses hukuman selama 12 tahun.

Masih ada upaya hukum yang bisa dilakukannya yaitu melalui Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Namun upaya terakhir ini bisa dilakukan apabila dia mengikuti keputusan pengadilan sebelumnya, yaitu masuk penjara, sambil menunggu proses hukum banding.

Namun demikian tidak ada satu pun dari proses hukum lanjutan itu akan memeriksa kembali apakah Lula bersalah karena korupsi. Mereka hanya akan melihat apakah prosedur hukum sudah diikuti dengan benar dan apakah hak konstitusionalnya telah dilanggar.

Proses hukum lanjutan ini bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Jika salah satu poses hukum lanjutan itu memutuskan bahwa hak konstitusional Lula dilanggar, maka hukumannya dapat dibatalkan dan dia akan dibebaskan.

Berita terkait