Direktur CIA Mike Pompeo 'diam-diam temui' pemimpin Korut Kim Jong-un, apa yang dibicarakan?

Pompeo, Kim, Trump Hak atas foto Reuters
Image caption Direktur CIA Mike Pompeo (paling kiri) melawat ke Korea Utara 'atas restu' Presiden Trump.

Direktur badan intelijen Amerika Serikat (CIA), Mike Pompeo, melakukan 'lawatan rahasia' ke Korea Utara beberapa hari lalu, saat liburan Paskah, untuk menemui pemimpin negara tersebut, Kim Jong-un.

Lawatan diam-diam ini diberitakan oleh surat kabar The Washington Post, hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan telah terjadi pertemuan tingkat tinggi dengan Kim Jong-un.

Kantor berita Reuters juga membenarkan lawatan Pompeo dengan mengutip sumber-sumber senior di pemerintah AS.

Sejauh ini isi pertemuan antara Pompeo dan Kim Jong-un belum diumumkan dan Gedung Putih belum memberikan penjelasan.

Namun banyak pihak meyakini pembicaraan keduanya hampir dapat dipastikan membahas rencana pertemuan Trump dan Kim Jong-un.

AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara walaupun sejumlah diplomat AS berkunjung ke sana di masa lalu. Di luar itu, ada yang disebut sebagai 'jalur belakang' yang dipakai AS untuk menjalin komunikasi dengan Korea Utara.

Pompeo menjadi pejabat senior AS pertama yang berkunjung ke Korea Utara sejak 2000 ketika menlu AS saat itu, Madeleine Albright, bertemu dengan almarhum Kim Jong-il, yang juga adalah ayah Kim Jong-un.

Pada 2014, pejabat badan intelijen nasional AS, James Clapper, mengadakan lawatan ke Korea Utara untuk merundingkan pembebasan dua warga AS.

Namun ia tidak bertemu dengan pemimpin Korea Utara.

Pertemuan Trump dan Kim Jong-un

Pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Kim Jong-un rencananya akan diselenggarakan paling lambat Juni.

Hak atas foto AFP
Image caption Pertemuan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dengan Presiden Trump dilakukan ketika AS tengah menyiapkan KTT AS-Korea Utara.

Hal ini diungkap Presiden Trump saat menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Presiden Trump menjelaskan bahwa pertemuan dengan Kim Jong-un dan dengan pemimpin Korea Selatan adalah peluang emas untuk membahas perjanjian damai permanen untuk secara resmi mengakhiri perang Korea yang pecah pada 1950-an.

Korea Selatan sudah mengeluarkan isyarat mereka mungkin mendesakkan resolusi formal untuk mengakhiri konflik dengan Korea Utara.

Presiden Korsel, Moon Jae-in direncanakan bertemu dengan Kim Jong-un pada akhir April.

Ada kekhawatiran upaya yang ditempuh AS akan 'meminggirkan' Jepang.

Tapi hal ini ditepis oleh Presiden Trump yang mengatakan AS dan Jepang 'punya pandangan yang sama tentang Korea Utara'.

Dikatakan pula bahwa Jepang mendukung kebijakan AS soal Korea Utara.

Di sisi lain, sejumlah pengamat berpendapat kunjungan PM Abe ke AS antara lain untuk membujuk Washington agar tak melunakkan 'sikap keras' yang selama ini ditujukan kepada Pyongyang.

Berita terkait