Apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei memojokkan Trump?

Pada hari Selasa (08/05), hubungan antara AS dan Iran mengalami perubahan yang signifikan menjadi lebih buruk.

Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan multi-negara yang menangguhkan sanksi terhadap Iran dan membatasi kegiatan nuklir Iran. Setelah mengatakan kesepakatan itu "cacat pada intinya", ia memberikan lebih banyak sanksi kepada Iran.

Iran menanggapinya dengan frustrasi, tetapi sekarang tampaknya melakukannya dengan cara yang lebih spontan.

Pada hari Jumat, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunggah sebuah foto di media sosial Instagram-nya di pameran buku Teheran.

Tidak ada yang aneh di sana, tetapi dalam satu foto ia terlihat membaca buku berbahasa Persia, terjemahan buku Michael Wolff, Fire and Fury, yang mengklaim bahwa kehidupan di Gedung Putih kacau.

Presiden AS menggambarkan buku itu sebagai "fiksi" dan Wolff sebagai "penipu".

Ketika dirilis pada bulan Januari, buku itu digambarkan sebagai "kejutan besar" oleh para komentator karena menimbulkan keraguan atas kesehatan mental Trump.

Buku itu mengklaim bahwa Trump mengejar istri teman-temannya dan bahwa putrinya Ivanka mengejek gaya rambut Trump di belakangnya.

Foto Ayatollah Ali Khamenei itu diposting hanya beberapa hari setelah Presiden Iran Hassan Rouhani tampak memojokkan AS setelah Trump memutuskan menarik diri dari kesepakatan itu.

Kesepakatan dengan pemerintah Iran itu ditandatangani oleh pendahulu Trump, Barack Obama.

Disepakati antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB - AS, Inggris, Prancis, Cina dan Rusia - tambah Jerman.

Pada hari Rabu, Ayatollah Khameni mengatakan Trump telah "membuat kesalahan" memutuskan untuk meninggalkan kesepakatan nuklir multi-negara itu.

"Saya katakan dari hari pertama: jangan percaya Amerika," kata Khamenei.

Pada kunjungan ke pameran buku Teheran - yang dimulai pada 2 Mei dan ditutup pada hari Sabtu tanggal 12 - pemimpin agama Syiah itu menampilkan citra yang santai saat ia berbicara dengan para pemilik toko dan membaca buku.

Berita terkait