Politisi Malaysia Anwar Ibrahim bebas dari penjara

Anwar Ibrahim Hak atas foto Reuters
Image caption Anwar Ibrahim disambut para pendukungnya.

Politisi Malaysia, Anwar Ibrahim, bebas dari penjara dan mengatakan bahwa kemenangan Pakatan Harapan adalah "fajar baru" bagi negaranya.

Dalam jumpa pers seusia pembebasannya, Anwar berterima kasih kepada rakyat Malaysia yang "bertahan pada prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan".

"Mereka menuntut perubahan," kata Anwar.

Pembebasan Anwar disambut meriah oleh para pendukung Pakatan Harapan. Dengan menumpang sepeda motor, mereka mengawal Anwar ke Istana Negara, tempat dia bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Hidup Anwar!" seru para pendukungnya.

"Dia adalah simbol kebebasan bagi rakyat Malaysia seperti saya," ujar Ahmad Samsuddin, 59, kepada BBC.

Hak atas foto Reuters
Image caption Mahathir Mohamad berjanji bakal menyerahkan kepemimpinan kepada Anwar Ibrahim.

"Akhirnya. Seperti ombak perubahan tengah melanda Malaysia setelah bertahun-tahun ditimpa ketidakadilan. Hari ini adalah hari bersejarah seiring dengan pembebasan Anwar dan akan bertambah baik," imbuhnya.

Pembebasan Anwar dimungkinkan berkat mekanisme permohonan pengampunan kepada Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V menyusul kemenangan koalisi oposisi Pakatan Harapan dalam pemilu Rabu lalu (09/05) di bawah komando Mahathir Mohamad.

Image caption Para pendukung Anwar Ibrahim menyambutr pembebasannya.

Mahathir sebelumnya juga sudah menegaskan ia akan menduduki jabatan perdana menteri selama dua tahun, kemudian akan menyerahkan estafet kepemimpinan ke Anwar.

"Dalam tahap awal, mungkin berlangsung selama satu atau dua tahun, saya lah perdana menterinya," kata Mahathir.

Mahathir dan Anwar dulu berstatus sebagai perdana menteri dan wakil perdana menteri sebelum Anwar kemudian dipecat pada 1998 dan dituduh melakukan korupsi. Mahathir pula yang menjebloskan Anwar Ibrahim ke sel penjara pada 1999 lalu.

"Sudah ada permintaan maaf sehingga kami menanggapi hal ini dengan lapang dada. Jelas, ini bukan proses yang mudah, tapi saya menilainya berdasarkan perbuatannya," kata Nurul Izzah Anwar, putri Anwar Ibrahim, kepada BBC News Indonesia.

Topik terkait

Berita terkait