Donald Trump bantah penasihatnya tentang perlakuan pada Korea Utara

John Bolton, national security adviser, listens as President Trump speaks during a meeting in the Oval Office of the White House May 17, 2018 Hak atas foto Getty Images
Image caption John Bolton menatap Presiden Trump yang membantah pernyataan sang penasihat keamanan nasional.

Presiden AS Donald Trump membantah penasihat keamanan nasionalnya sendiri, dengan mengatakan bahwa AS tidak sedang mengupayakan penerapan apa yang disebut 'model Libia' untuk denuklirisasi Korea Utara.

Sebelumnya, penasihat keamanan nasional John Bolton mengungkapkan model Libia dan Irak itu, yang mengakibatkan kemarahan Korea Utara. Korut mengancam akan mundur dari KTT dengan Trump bulan depan.

Trump mengatakan dia masih yakin bahwa pertemuan puncak itu akan terlaksana.

Pada tahun 2003, pemimpin Libia Muammar Gaddafi menyepakati perjanjian penghentian program nuklirnya sebagai imbalan pencabutan sanksi internasional.

Namun, beberapa tahun kemudian ia dibunuh oleh para pemberontak yang didukung Barat. Karenanya perbandingan dengan Libia tampaknya mencemaskan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Hari Rabu lalu Pyongyang mengancam tidak akan datang ke perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Singapura pada 12 Juni.

Apa yang dikatakan Presiden Trump?

Saat Bolton menatapnya, presiden AS itu mengatakan, "Model Libia bukanlah model yang terlintas sama sekali ketika kita berpikir tentang Korea Utara."

Kesepakatan yang akan dipertimbangkan Trump dengan Kim Jong-un adalah "sesuatu di mana dia akan tetap berada di sana, dia akan berada di negaranya, dia akan menjalankan (pemerintahan) negaranya, negaranya akan menjadi sangat kaya."

"Jika Anda melihat Korea Selatan, itulah modelnya, dalam hal industri mereka ... Mereka pekerja keras yang luar biasa."

Hak atas foto AFP
Image caption Terus berlangsungnya latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan membangkitkan kemarahan Korut.

Tentang KTT yang direncanakan itu, Trump mengatakan, "Tidak ada yang berubah tentang Korea Utara yang kami ketahui. Kami belum diberitahu (adanya perubahan) apa pun."

Yang jelas, katanya, "Saya kira kita mungkin akan melakukan pertemuan yang sangat berhasil."

Bagaimana Korea Utara melihatnya?

Hari Kamis itu juga, Korea Utara mengatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan dengan Korea Selatan sampai masalah antara keduanya diselesaikan.

Pyongyang marah oleh berlanjutnya latihan militer bersama AS-Korea Selatan yang mereka anggap sebagai latihan untuk invasi ke Korea Utara. Mereka membatalkan pembicaraan tingkat tinggi yang direncanakan dengan Korea Selatan awal pekan ini.

Dalam sebuah pernyataan, ketua juru runding Korut, Ri Son-gwon kembali menggunakan bahasa keras yang digunakan Korea Utara sebelumnya, menyebut pihak berwenang Korea Selatan tidak kompeten dan tidak masuk akal.

Dia juga mengkritik Korea Selatan karena mengizinkan "manusia sampah" (istilah mereka bagi pembelot Korea Utara) untuk berbicara di Majelis Nasional (parlemen) Seoul.

Hal itu menandai pergeseran lagi nada Pyongyang hanya beberapa minggu sebelum KTT AS yang telah dijadwalkan, kata wartawan BBC Laura Bicker di Seoul.

Pyongyang tampaknya memberi tekanan kepada AS dan Korea Selatan dan menolak untuk berbicara sampai mereka mendapatkan konsesi, tambahnya.

Berita terkait