Esktradisi Thaksin ditolak

Hun Sen dan Thaksin Shinawatra.
Image caption Thaksin Shinawatra ditunjuk sebagai penasehat pemerintah Kamboja

Kamboja menolak permintaan Thailand untuk mengekstradisi mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang meningkatkan ketegangan diplomatik kedua negara.

Dokumen permintaan ekstradisi itu disampaikan oleh tiga diplomat Thailand kepada pemerintah Kamboja Rabu pagi.

Namun Kamboja mengatakan tidak akan mempertimbangkan permintaan itu karena menganggap dakwaan atas Thaksin di Thailand bermotif politik sehingga tidak tercakup dalam traktat ekstradisi kedua negara.

Tampaknya pihak Thailand agak terkejut dengan cepatnya balasan yang disampaikan oleh Phnom Penh.

"Kami kini mempertimbangkan untuk menempuh langkah selanjutnya," kata jurubicara Departemen Luar Negeri Thailand kepada BBC.

Dan dia menambahkan pada tahap ini, upaya akan ditujukan pada jalan hukum yang bisa membawa ekstradisi Thaksin dan bukan pada langkah balas dendam.

Penasehat pemerintah

Thaksin dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena konflik kepentingan saat menjabat perdana menteri.

Kamboja menyatakan bahwa Thaksin dijatuhkan lewat kudeta militer walau menang secara meyakinkan dalam pemilihan umum yang demokratis.

Thaksin tiba di Kamboja hari Selasa setelah diminta untuk bekerja sebagai penasehat pemerintah Kamboja.

Para pengamat menduga kunjungannya ke Kamboja dan posisinya sebagai penasehat pemerintah di sana, akan meningkatkan ketegangan dengan Thailand.

Sejak dikudeta pada akhir tahun 2006, ketika tengah menghadiri sidang PBB di New York, Thaksin hidup dalam pengasingan di sejumlah negara, sebagian besar di Dubai.

Walau tinggal di luar negeri, Thaksin masih menjalin hubungan dengan para pendukungnya lewat wawancara maupun pidato dengan menggunakan telekonferensi.

ASEAN prihatin

Hubungan Thailand dan Kamboja belakangan ini memburuk antara lain dipicu oleh menghangatnya sengketa atas sebuah pagoda yang didirikan pada abad ke-11, Preah Vihear, yang terletak di perbatasan kedua negara.

Pengadilan Dunia tahun 1962 menyatakan pagoda itu milik Kamboja, namun sengketa atas pagoda itu memuncak setelah UNESCO memberi status Warisan Dunia kepada pagoda itu tahun 2008.

Thailand sudah menarik duta besarnya dari Kamboja dan kabinet sedang mempertimbangkan untuk membatalkan rencana bersama untuk eksplorasi minyak dan perdagangan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengungkapkan keprihatinan wilayah atas memburuknya hubungan Kamboja dan Thailand.

"Perselisihan ini, perbedaan ini harus berakhir dan kami harus kembali ke jalur persahabatan di dalam ASEAN," tegas Marty Natalegawa.

Masalah ekstradisi ini bisa mempermalukan Thailand karena Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva akan memimpin pertemuan antara para pemimpin ASEAN dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di sela-sela pertemuan APEC di Singapura.