Obama: bebaskan Suu Kyi

Aung San Suu Kyi
Image caption Aung San Suu Kyi mengajukan banding atas hukuman tahanan rumah

Presiden Barack Obama mendesak perdana menteri Myanmar untuk membebaskan pemimpin pro demokrasi Aung San Suu Kyi.

Obama menyampaikan pesan ini saat bertemu dengan para pemimpin perhimpunan negara-negara Asia Tenggara, ASEAN, di Singapura.

Juru bicara Gedung putih mengatakan Obama membicarakan masalah itu "langsung" dengan Jenderal Thein Sein.

Hukuman tahanan rumah Suu Kyi diperpanjang pada bulan Agustus hingga melewati waktu pemilihan umum tahun depan.

Dalam dua dekade terakhir dia menghabiskan waktu 14 tahun dalam tahanan.

Para pengacara Suu Kyi telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung terhadap hukuman tahanan rumah ini.

Pertemuan puncak APEC ini juga dihadiri ke 10 negara anggota ASEAN yang meliputi Birma atau Myanmar.

Hubungan hati-hati

Sebelum perundingan tertutup di satu ruangan hotel, Obama dan para pemimpin ASEAN berdiri di panggung, saling berpegang tangan.

Jenderal Thein Sein tidak berdiri di dekat Obama - padahal jika terjadi akan menjadi pertemuan langsung pertama dalam 43 tahun.

Namun menurut wartawan BBC fakta seorang presiden AS duduk di satu meja yang sama dengan seorang anggota pemerintah militer Myanmar menjadi pertanda bahwa Amerika memang benar-benar ingin kembali terlibat di wilayah itu.

Presiden Amerika sebelumnya selalu menolak melakukan pertemuan dengan ASEAN jika pemimpin Birma hadir.

"Presiden memang dijadwalkan bertemu dengan 10 negara anggota ASEAN dan membicarakan pemebebasan Aung San Suu Kyi oleh Birma. Jadi dia langsung mengatakannya kepada pemerintah negara itu," ujar juru bicara Obama, Robert Gibbs.

Satu pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah perundingan ASEAN-AS, menyambut kebijakan berhubungan kembali dengan Myanmar yang dicanangkan pemerintah Amerika sekarang dan "menggarisbawahi pentingnya rekonsiliasi nasional" di negara itu, tetapi pernyataan itu tidak menyinggung Aung San Suu Kyi.

"Pemilu yang akan diadakan di Birma tahun 2010 harus berjalan bebas, adil, mengikutsertakan semua pihak dan transparan agar bisa diakui komunitas internasional," ujar pernyataan itu.

Partai Aung San Suu Kyi memenangkan pemiliu terakhir yang diadakan di Myanmar pada tahun 1990, namun militer tidak mengijinkannya mengambil alih kekuasaan.

Para pengamat memandang pihak berwenang Birma akan tetap menahan pemimpin pro demokrasi itu hingga pemilu tahun depan berakhir.

Pemerintah Obama mengatakan mendukung hubungan diplomatik yang berhati-hati, sementara sanksi terhadap rejim di negara itu terus berlaku hingga tampak kemajuan demokrasi.