IAEA kecam nuklir Iran

Iran_nuke
Image caption Resolusi ini didukung Rusia dan Cina yang jarang terjadi

Badan Nuklir PBB, IAEA, meloloskan resolusi mengecam Iran karena mengembangkan pengayaan uranium rahasia.

IAEA, juga menuntut Iran untuk segera menghentikan proyek nuklirnya.

Resolusi lolos dengan perbandingan suara 25-3, dan enam suara absen. Ini terjadi untuk pertamakali dalam hampir empat tahun.

Iran menyatakan langkah tersebut "tidak ada gunanya", tetapi Amerika memandang Iran sudah kehabisan waktu untuk membicarakan masalah-masalah terpenting.

Iran mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, tetapi Amerika mengatakan negara tersebut mengembangkan senjata nuklir.

Pada bulan September diketahui Iran memiliki fasilitas pengayaan uranilum di Natanz dan dekat kota Qom.

Temuan ini meningkatkan kekhawatiran pihak Barat akan ambisi nuklir negara itu.

'Isyarat jelas'

Resolusi IAEA lolos dengan dukungan Rusia dan Cina, satu hal yang jarang terjadi sebelumnya.

Hanya Kuba, Venezuala dan Malaysia yang menentangnya.

Iran didesak untuk mengungkapkan tujuan reaktor kedua dan memastikan mereka tidak membangun fasilitas nuklir lain secara diam-diam.

Setelah resolusi ini lolos Amerika Serikat mengatakan Iran perlu bereaksi terhadap "semakin meningkatnya ketidakpercayaan dunia".

"Kesabaran kami dan masyarakat dunia terbatas, waktu juga hampir habis," kata juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs.

"Jika menolak memenuhi kewajibannya, negara itu sendirilah yang mendorong pengucilan dan berbagai akibatnya."

Di KTT Persemakmuran di Trinidad dan Tobago, perdana menteri Inggris Raya Gordon Brown mengatakan pemberian sanksi adalah langkah selanjutnya, jika Iran tidak bereaksi atas "keputusan pemungutan suara secara penuh".

Image caption ElBaradei mengecam Iran yang menolak usul internasional

Departemen luar negeri Rusia mendesak Iran untuk "secara serius" menanggapi resolusi.

Tetapi juru bicara departemen luar negeri Iran, Ramin Mehmanparast, mengatakan pemungutan suara IAEA yang bertujuan untuk menyudutkan Iran itu "tidak ada gunanya", lapor kantor berita resmi Irna.

Dutabesar Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan resolusi itu adalah langkah yang "terburu-buru dan tidak tepat" serta dapat merusak kemungkinan keberhasilan perundingan.

"Negara besar seperti Iran tidak akan pernah tunduk kepada tekanan dan intimidasi," katanya.

Resolusi dikeluarkan satu hari setelah pimpinan IAEA yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, Mohamed ElBaradei, menyatakan kekesalan terhadap penolakan Iran menerima usulan dunia untuk mengakhiri pertikaian program nuklirnya.

Rancangan tersebut berisi pengiriman uranium Iran ke luar negeri untuk dijadikan bahan bakar. Langkah ini dipandang sebagai cara bagi Iran mendapatkan bahan bakar, yang sekaligus memberikan jaminan kepada pihak Barat uranium miliknya tidak akan dijadikan senjata nuklir.

Di hadapan petinggi IAEA di Wina hari Kamis (26/11), ElBaradei mengatakan para pemeriksa tidak melihat ada kemajuan guna memastikan program nuklir Iran memang untuk tujuan damai.

"Sudah lebih setahun sejak badan tersebut terakhir kali berunding dengan Iran tentang berbagai masalah," katanya. "Kami menghadapi kebuntuan, kecuali Iran benar benar melibatkan diri."