Saham Dubai anjlok 6 persen

Dubai
Image caption Kekawatiran tentang kondisi keuangan Dubai mempengaruhi pasar dunia

Harga saham di bursa utama Abu Dhabi dan Dubai anjlok paling tidak 6%.

Kejatuhan harga saham itu terjadi setelah pengembang properti Dubai, Nakheel, meminta agar perdagangan sejumlah sukuk dihentikan.

Bursa saham dibuka untuk pertama kali sejak perusahaan pemerintah Dubai World meminta perpanjangan waktu guna pembayaran hutang mereka.

Bank sentral Uni Emirat Arab mengatakan hari Minggu akan memberikan likuiditas tambahan untuk perbankan.

Indeks Keuangan Dubai anjlok 6,9% menjadi 1.948,83 dalam jam pertama perdagangan setelah libur Idul Adha selama empat hari.

Sementara, harga saham di Bursa Abu Dhabi jatuh 7,4%.

Saham perusahaan konstruksi dan keuangan turun hampir 10%. Sementara saham Dubai World yang dililit banyak hutang turun 15%.

Reaksi dunia

Sementara harga saham di Timur Tengah turun tajam, harga saham di Asia kembali bangkit ditengah harapan hutang yang melanda Dubai tidak menyebar ke pasar keuangan lain menyusul keputusan bank sentral Uni Emirat Arab.

Likuiditas bank sentral itu akan tersedia untuk semua bank di Uni Emirat Arab dan juga bank-bank asing yang beroperasi di kawasan itu.

Indeks Nikkei Tokyo naik 2,9% sementara indeks Hang Seng Hong Kong naik 3,6% dan saham di Shanghai naik 2,5%.

Nilai mata uang yen naik terhadap dollar setelah pengumuman dari Nakhell itu.

Harga minyak mentah naik 1% menjadi lebih dari $76 per barel, setelah komoditas itu turun pekan lalu ditengah kekawatiran atas keuangan Dubai.