Obama tambah pasukan di Afghanistan

Pasukan asing di Afghanistan
Image caption Militer AS meminta Obama kirim tambahan pasukan 40.000 personil

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengeluarkan surat keputusan tentang penambahan pasukan AS di Afghanistan.

Kantor berita Associated Press mengutip Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs yang mengatakan Obama mengadakan pertemuan mendadak pada hari Minggu malam dengan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Presiden kemudian berbicara dengan Menteri Pertahanan Robert Gates dan Penasehat Keamanan Nasional James Jones sebelum menggelar telekonferensi dengan panglima militer AS di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal dan Duta Besar AS di Kabul Karl Eikenberry.

Obama sekarang menjelaskan rencana tersebut kepada para pemimpin Inggris, Prancis dan Rusia.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd yang sedang berada di Washington telah mendapatkan pemberitahuan secara langsung dari Presiden Obama.

Langkah politis

Laporan sejumlah media di AS menyebutkan Presiden Obama diperkirakan akan mengumumkan penambahan pasukan sebesar 30.000 personil dan pengumuman ini akan disampaikan melalui pidato di televisi.

Jenderal McChrystal sebelumnya meminta pemerintah menambah pasukan sekitar 40.000 personil.

Kekuatan pasukan AS di Afghanistan saat ini mencapai 68.000 personil. Jumlah total pasukan asing di negara itu tercatat lebih dari 100.000 tentara.

Dalam pidatonya nanti Presiden Obama diperkirakan akan menjelaskan kepada masyarakat mengapa AS perlu terlibat di Afghanistan dan kapan keterlibatan ini akan diakhiri.

Pekan lalu ia mengatakan ingin menuntaskan persoalan Afghanistan ini.

Perkembangan ini terjadi setelah Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan akan mengirim tambahan 500 tentara ke Afghanistan yang menjadikan jumlah pasukan Inggris di negara itu mencapai 10.000 personil.

"Tugas kita di Afghanistan akan gagal bila kita tidak bekerja sama dengan mitra-mitra kita untuk mengatasi masalah ini," ujar Brown di gedung parlemen Inggris.

Brown mengatakan penambahan pasukan ini akan diikuti dengan langkah politis, antara lain berupa reformasi kepolisian dan tata pemerintahan Afghanistan.