Tanker raksasa dibajak di Somalia

Maran Centaurus
Image caption Maran Centaurus membawa minyak senilai 100 juta dollar AS

Bajak laut Somalia menahan kapal tanker minyak dengan tujuan Amerika Serikat.

Kapal tanker berbendera Yunani bernama Maran Centaurus itu tengah berlayar sekitar 1.300 km lepas pantai Somalia saat dibajak Minggu kemarin, demikian pernyataan Gugus tugas Uni Eropa (Navfor).

Tanker ini penuh dengan minyak dan diduga menjadi kapal terbesar yang pernah dibajak oleh milisi Somalia. Terdapat 28 awak dalam kapal tersebut.

Serangan bajak laut menjadi hal biasa di lepas pantai Somalia.

Seorang juru bicara penjaga pantai Yunani mengatakan pada kantor berita Reuters tentang sembilan pembajak yang menyerang kapal di dekat kepulauan Seychelles.

Karena membawa muatan penuh tanker Maran Centaurus bergerak pelan, antara 11 dan 15 knots (20-27km/jam) saat diserang, seorang juru bicara Navfor menjelaskan pada BBC.

Reuters melaporkan menteri pertahanan Yunani mengatakan sebuah kapal pemburu Yunani yang terlibat dalam patroli Navfor kini membayangi tanker itu.

Navfor mengatakan tanker yang berbobot mati 300.000 ton tersebut tengah berlayar menuju New Orleans dari Jeddah di Arab Saudi.

Awaknya terdiri dari 16 warga Filipina, sembilan Yunani, dua warga Ukrainia dan satu warga Roma.

Manajemen pemilik tanker Maran mengatakan pada Reuters awak kapal dalam kondisi baik.

'Makin berani'

Analis Somalia di International Crisis Group Rashid Abdi mengatakan fakta bahwa para pembajak kini beroperasi makin jauh ke laut menunjukkan bahwa upaya angkatan laut berbagai negara menangani masalah ini belum membawa hasil.

"Kasus ini jelas menunjukkan bahwa para bajak laut makin berani," kata Abdi.

"Jadi saya kira solusinya bukan pada upaya membangun atau mengirim tambahan angkatan laut ke sana. Masalahnya terutama pada upaya pemerintah setempat mengatasi krisis yang menyuburkan persoalan pembajakan."

Somalia yang dikoyak perang tidak memiliki pemerintahan yang efektif sejak 1991, menjadikan pembajakan beroperasi di sepanjang wilayah lepas pantai.

Pasukan pembajak ini diduga menggunakan "kapal induk" untuk mencapai tengah samudra, sebelum menurunkan kapal-kapal kecil untuk menjalankan aksinya.

Saat ini bajak laut diduga menahan 11 kapal dan 264 awaknya di Somalia, kata juru bicara Navfor.

November tahun lalu tanker Sirius Star yang tengah mengangkut dua juta barrel minyak, seperempat produksi minyak harian Arab Saudi, menjadi kapal terbesar yang dibajak. Bobot matinya mencapai 318.000 ton.

Kapal itu dibebaskan setelah tebusan sebesar 3 juta dollar AS dibayarkan.

Navfor adalah satu dari serangkaian upaya internasional untuk mengamankan jalur perairan lepas pantai Somalia untuk mencegah pembajakan di jalur vital pelayaran dunia.

NATO dan angkatan laut AS memimpin gugus tugas ini.