Dampak pembunuhan pada Arroyo

Gloria Arroyo
Image caption Tersangka utama merupakan anggota keluarga yang dekat dengan Presiden Arroyo

Ketika berita tentang pembunuhan massal ini muncul masa jabatan Presiden Gloria Arroyo tinggal enam bulan lagi setelah sembilan tahun berkuasa.

Banyak yang menduga bahwa salah satu yang menjadi perhatiannya adalah menjamin suksesi yang bisa mengamankan dia dari dakwaan korupsi.

Dan salah seorang anggota dari keluarga yang dekat dengannya, Keluarga Ampatuan- kemudian dikaitkan dengan pembunuhan atas 57 orang di Maguindanao, salah satu propinsi di Pulau Mindanao.

Sebagian besar korban adalah perempuan serta wartawan dan diperkirakan pembunuhan yang mengejutkan itu berkaitan dengan pemilihan umum.

Wartawan BBC Vaudine England melaporkan bahwa Arroyo bertekad membawa pelaku ke pengadilan dan pita hitam diikatkan di gerbang kediaman resmi Istana Malacanang sebagai pertanda duka.

Sementara tersangka utama, Andal Ampatuan Junior, ditahan di Manila.

Penegakan hukum

Sejumlah pria dan beberapa perwira tinggi kepolisian daerah juga sudah ditangkap di Maguindanao, yang selama ini dikuasai oleh keluarga Ampatuan.

"Proses hukum kasus ini akan segera digelar dalam kasus ini," kata Profesor Alex Magno, dari Kajian Ilmu Politik University of the Philippines.

"Tentara pribadi sudah dibubarkan, militer sudah mengambil alih pemerintahan propinsi dan Keluarga Ampatuan kini keluar dari peta politik dan tidak boleh mengajukan calon untuk pemilihan 2010." tambahnya

Jadi keadilan akan ditegakkan namun, tambah Profesor Magno, ada ongkos strategis yang harus dibayar.

Militer sudah mengerahkan tentara ke Maguindanao dari propinsi di sekitarnya di kawasan selatan sehingga kawasan itu jadi lebih terbuka dari serangan kelompok separatis Islam, Front Islam Pembebasan Moro, .

Di sisi lain upaya penyelamatan citra keluarga Ampatuan menjadi satu hal yang diperlukan Arroyo, mengingat hubungan dekatnya dengan keluaga itu.

Namun yang lebih dikuatirkan lagi adalah apakah kekerasan ini akan mengundang kekerasan lain dan balas dendam menjelang pemilihan Mei 2010?

Jelas bahwa Maguindanao bukan satu-satunya yang menjadi penentu dalam catatan kepemimpinan Arroyo, namun jika kemudian membesar dan tak terkendali Arroyo akan tercoreng juga.