Presiden Nigeria diminta mundur

Umaru Yar'Adua
Image caption Presiden Yar'Adua absen dalam beberapa acara penting

Lebih dari 50 tokoh di Nigeria mendesak Presiden Umaru Yar'Adua mundur dengan alasan kondisi kesehatannya yang menurun mengganggu jalannya pemerintahan.

Beberapa koran Nigeria menerbitkan seruan tersebut yang antara lain ditandatangani oleh tokoh-tokoh politik senior dan pegiat demokrasi.

Analis Afrika BBC Mary Harper mengatakan desakan tersebut sangat eksplisit.

Pernyataan itu menyebutkan sakitnya presiden menciptakan situasi yang berbahaya yang menyebabkan tidak ada pihak yang bertanggungjawab menjalankan tugas-tugas kenegaraan.

Ditambahkan pula bahwa saat ini terjadi kevakuman kepemimpinan dan para menteri saling bertikai dan sering kali tidak melaksanakan perintah presiden.

Gangguan jantung

Banyak tokoh menandatangani desakan tersebut. Mereka di antaranya adalah Aminu Bello Masari, mantan ketua DPR dan Ken Nnamani, mantan ketua Senat.

Namun para menteri mengabaikan desakan tersebut dengan mengatakan tidak ada alasan kuat bagi presiden untuk mengundurkan diri.

Menteri Informasi Dora Akunyili mengatakan kabinet telah mengadakan rapat dan memutuskan bahwa tidak alasan bagi presiden untuk menyerahkan kewenangan.

Akunyili mengatakan, "Dewan Kabinet ingin menyampaikan kepada rakyat Nigeria bahwa semua badan pemerintah masih berfungsi dengan baik."

Presiden beberapa kali absen dalam acara-acara penting namun sejauh ini para pejabat tutup mulut.

Pekan lalu beberapa pejabat akhirnya menjelaskan ada bagian jantung Presiden Yar'Adua yang mengalami pembengkakan.

Yar'Adua saat ini sedang menjalani perawatan jantung di Arab Saudi.

Presiden juga diketahui memiliki gangguan ginjal.