Clinton berharap pada Nato

Hillary Clinton
Image caption Clinton berharap negara Nato kirim pasukan ke Afghanistan

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan keyakinannya terhadap janji negara-negara Nato untuk menempatkan pasukan tambahan di Afghanistan.

"Sejauh ini jawaban yang diberikan positif," kata Clinton yang berada di Brussels, untuk mengikuti pertemuan Nato.

Nato secara resmi mengatakan pada Kamis, bahwa lebih dari 20 negara berencana akan mengirimkan tentara mereka mengikuti keputusan AS untuk menambah pasukan sebanyak 30.000 orang di Afghanistan.

Tetapi, sejumlah negara Eropa memutuskan enggan menambah pasukan.

Jangkauan Clinton

Wartawan BBC di Brussels Nick Childs, mengatakan beberapa negara - termasuk Italia, Polandia, Georgia dan Inggris Raya- telah mengumumkan untuk menambah pasukan.

Tetapi pejabat AS ingin menginginkan lebih banyak negara yang melakukan hal serupa sampai berakhirnya pertemuan yang berlangsung selama dua hari ini, seperti dilaporkan koresponden BBC.

Sebagian besar negara Nato menghadapi publik yang semakin skeptis mengenai misi tersebut , dibandingkan AS dan Inggris.

Perancis dan Jerman masih menunda pengiriman pasukan tambahan.

Clinton mengatakan telah mengajak secara "intensif" para Menteri Luar Negeri agar menyadari alasan permintaan Presiden AS Barrack Obama kepada Nato untuk mengirim sekitar 10 ribu pasukan.

"Ada pengertian tentang pentingnya misi yang telah digambarkan presiden, ada keinginan untuk menjelaskan masalah ini kepada masyarakat di berbagai negara," kata Clinton.

Dia mengakui ada kasus dimana "tokoh politik" belum bisa menyampaikan dalam pernyataan terbuka mengenai dukungan mereka, tetapi Clinton mengatakan secara resmi AS merasa "cukup" bisa mengajak negara lain.

'Kurang pasukan'

Dalam pernyataannya Kamis lalu, Juru Bicara Nato James Appathurai mengatakan, "Lebih dari 20 negara yang akan dan sudah menyatakan akan menambah pasukan di Afghanistan.

"Berdasarkan apa yang kita dengar dalam 24 jam terakhir..... pasukan kita lebih dari 5.000 orang".

Bagaimanapun, dia mengatakan masih ada kekurangan pasukan tentara dan pelatih polisi.

Belum jelas berapa jumlah pasukan yang berasal dari negara-negara Nato.

Menteri Pertahanan Italia Ignazio La Russa mengatakan kepada Harian Corriere della Sera pada Kamis, bahwa Roma akan mengirimkan sekitar 1.000 prajurit tambahan ke Afghanistan meski disana sudah ada 3.200 tentara Italia.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev, mengatakan setelah bertemu dengan Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi, Rusia akan mengambil bagian di Afghanistan.

Tetapi, Parlemen Jerman akan memperpanjang mandat sekitar satu tahun untuk membolehkan pemerintah mengirim pasukan ke Afghanistan.