Kabinet Nepal rapat di Everest

Himalaya
Image caption Kabinet Nepal sahkan resolusi tentang iklim di Everest

Para Menteri Nepal tengah mengadakan rapat kabinet di Gunung Everest untuk meningkatkan kepedulian terhadap dampak dari perubahan iklim.

Para Menteri berharap rapat kabinet tertinggi didunia ini akan mendapatkan perhatian serupa dengan acara yang digelar di bawah laut di Maladewa pada Oktober lalu.

Rapat digelar menjelang pertemuan puncak perubahan iklim di Kopenhagen Denmark pekan depan.

Peneliti menyebutkan suhu udara meningkat dengan cepat di Himalaya dibandingkan dengan negara lain di Asia Selatan.

Kondisi itu menyebabkan menipisnya salju dan mencairnya gunung es.

Sebelum pertemuan, beberapa tim membawa sejumlah peralatan medis, tabung oksigen, tentara dan wartawan menuju Kalipatar.

Wilayah ini berada di ketinggian 5.200 meter dekat kamp utama Everest.

Sahkan resolusi

Kemudian seluruh 21 menteri kabinet termasuk Perdana Menteri tiba di Kalipatar dengan helikopter.

Selama setengah jam pertemuan, para menteri yang sebagian diantaranya mengenakan masker oksigen mengesahkan sebuah resolusi soal perubahan iklim.

Kemudian mereka meninggalkan tempat itu dengan helikopter.

Menteri Lingkungan Hakur Prasad Sharma membantah kritikan bahwa pertemuan itu hanya untuk publikasi yang menelan biaya besar.

"Kenyataannya bahwa gletser mencair karena pemanasan global. Ini menjadi isu penting dan kami ingin meminta perhatian terhadapnya," ujar Sharma kepada kantor berita AFP.

Perjalanan ini dibiayai oleh Kelompok organisasi swasta Nepal, sebagian besar dari mereka bergerak di sektor pariwisata.

Gunung Everest memiliki puncak tertinggi didunia, dengan ketinggian puncaknya 8.850 meter diatas permukaan laut.