Kembang api lumat klub malam

Klub malam di Perm terbakar menelan korban 101 orang Sedikitnya 101 orang meninggal menyusul terjadinya sebuah ledakan di klub malam di Perm, Rusia, 1400 km arah timur Moskow.

Pejabat setempat mengatakan kembang api menjadi penyebab ledakan dan kebanyakan korban meninggal karena menghirup asap dari kebakaran.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 2315 waktu setempat.

Klub malam Lame Horse itu sedang merayakan ulang tahunnya yang ke delapan kata petugas bantuan darurat.

Menteri keamanan regional Igor Orlov mengatakan kepada kantor berita Itar-Tass: "Mereka menyulut kembang api dan salah satu diantaranya mengenai atap plastik, menyebabkan kebakaran. Pengunjung panik dan banyak yang terbakar, terinjak-injak dan keracunan asap.''

Saluran televisi milik pemerintah Vesti-24 menayangkan tumpukan mayat di luar klub malam tersebut.

Perm merupakan kota terbesar ke enam Rusia dan memiliki sekitar 1,2 juta penduduk.

Svetlana Kuvshinova yang berada di dalam klub malam itu ketika api mulai berkobar mengatakan api menyebar hanya dalam hitungan detik.

''Seperti jerami kering. Jalan keluar hanya satu. Saya hampir terinjak-injak,'' kata Kuvshinova seperti dikutip kantor berita Associated Press.

Dua pesawat

Saksi mata lain mengatakan kepada televisi lokal: ''Ketika pesta dimulai, suasana mulai ramai, mereka menyulut kembang api.''

''Ketika saya menengok, saya melihat bola api berjatuhan dari atap, lalu asap menyelimuti kami. Kemudian api dengan cepat bergerak di sepanjang atap,'' kata seorang perempuan lainnya.

Jurubicara badan penyelidik setempat mengatakan kepada Itar-Tass bahwa ini bukan sebuah serangan teroris.

''Ini persoalan orang lalai mengikuti aturan keamanan,'' katanya.

Pemerintah Rusia membentuk satu komisi khusus untuk menyelidiki peristiwa ini.

Pejabat setempat mengatakan kembang api yang dipergunakan dipesta tersebut semestinya hanya digunakan di ruang terbuka bukan tertutup seperti klub malam tersebut.

Dmitry Peskov, jurubicara PM Vladimir Putin, mengatakan dua pesawat telah dikirim ke Perm untuk menerbangkan mereka yang terkena luka bakar serius ke Moskow.

Wartawan BBC Tom Esslemont di Moskow mengatakan ratusan warga Rusia tewas setiap tahunnya karena peristiwa serupa.