Polisi Iran bentrok dengan oposisi

Iran protest
Image caption Polisi Iran menilai oposisi akan menyusup ke sebuah acara peringatan mahasiswa

Polisi Iran bentrok dengan pendukung oposisi di pusat kota Teheran, dimana menurut saksi mata, polisi menggunakan pentungan dan gas air mata.

Laporan ini belum bisa dikonfirmasi karena media asing dilarang beroperasi di Iran.

Bentrokan terjadi di saat Iran memperingati hari mahasiswa atas meninggalnya tiga mahasiswa di tahun 1953.

Sebelumnya, ratusan polisi Iran mengepung Universitas Teheran untuk menghentikan upaya pendukung oposisi menyusup ke dalam acara tersebut.

Pasukan keamanan Iran, termasuk pasukan khusus Garda Revolusi, memperingatkan bahwa mereka akan menertibkan keadaan bila peristiwa ini digunakan oleh pihak oposisi untuk melakukan protes.

Pihak keamanan memang bertindak keras terhadap pihak oposisi sejak pemilihan presiden yang dipersengketakan bulan Juni lalu.

Dari mulut ke mulut

Beberapa hari menjelang rencana akhis ini, warga Teheran mengatakan mereka tidak bisa menggunakan email, dan situs-situs oposisi diawasi dengan lebih ketat dibandingkan sebelumnya.

Dengan pengawasan semakin ditingkatkan, para pegiat beralih dari internet, dan menggunakan selebaran, CD atau kabar dari mulut ke mulut.

Hari Minggu kemarin, pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi mempertanyakan apakah larangan tersebut akan berhasil menghentikan aksi protes.

Perayaan mahasiswa ini sendiri merupakan peringatan kematian mahasiswa saat berlangsung aksi demo menentang Amerika di tahun 1953.

Pemerintah Iran juga masih melarang media asing untuk meliput acara tersebut.

Ribuan orang telah ditangkap dan lusinan lainnya tewas pada tahun ini setelah kericuhan politik pecah saat pemilihan umum kembali memenangkan Mahmoud Ahmadinejad dan menyebabkan aksi demo terbesar sejak peristiwa Revolusi Iran tahun 1979.

Berita terkait