FBI selidiki penahanan Pakistan

Image caption FBI memperkirakan warga AS berasal dari Virginia

FBI tengah menyelidiki penangkapan lima orang di Pakistan yang dilaporkan sebagai warga negara AS dengan dugaan terlibat dalam jaringan ekstrimis, demikian pernyataan kedutaan AS di Pakistan kepada BBC.

FBI menyatakan tengah mengidentifikasi kelima orang tersebut dan tengah mencari hubungan dengan laporan orang yang hilang di Virginia bulan lalu.

Tiga orang diantaranya dilaporkan sebagai keturunan Pakistan, satu orang keturunan Mesir dan satu lagi dengan latar belakang Yaman.

"Jika mereka adalah warga negara Amerika, kami tentu akan sangat tertarik atas dakwaan serta alasan apa yang membuat mereka ditahan,'' kata juru bicara kedutaan Ian Kelly.

Juru bicara FBI Katherine Schweit mengatakan badan ini sangat memperhatikan penangkapan ini dan tengah berkomunikasi dengan keluarga para pelajar yang hilang tersebut.

"Kami tengah berkerja bersama otoritas Pakistan untuk mengungkap identitas mereka dan apa yang membawa mereka sampai disana, jika benar mereka adalah para pelajar yang dilaporkan hilang'', katanya.

Kedutaan Pakistan di Washington mengatakan para lelaki tersebut ditahan di dalam sebuah rumah milik paman salah satu diantara mereka.

Dia mengatakan rumah itu tengah diselidiki oleh polisi lokal dan sejauh ini belum ada tuntutan yang diajukan atas penahanan mereka.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menolak untuk memberi tanggapan atas penangkapan ini, demikian laporan Reuters tapi mengatakan AS harus bekerja ''lebih erat baik dengan Afghanistan dan Pakistan untuk memberantas terorisme yang terus merekrut dan melatih orang''.

Lima orang pelajar sebelumnya dilaporkan hilang dari kediaman mereka di Virginia akhir November lalu.

Keluarga mereka dilaporkan memberikan sebuah video kepada anggota lembaga hubungan Islam-Amerika (CAIR).

Nihad Awad, pemimpin CAIR, mengatakan video tersebut nampaknya seperti sebuah pernyataan perpisahan.

"Satu orang muncul dalam rekaman video dan mereka membuat pernyataan soal konflik yang tengah berlangsung di dunia, dan para kaum muda Muslim harus berbuat sesuatu'', kata Awad kepada AP.

Dia mengatakan video itu membuatnya tidak nyaman dan dia menyarankan keluarga para pelajar tersebut melaporkannya kepada FBI.